Berita Gianyar

Saluran Irigasi Tertutup Longsor, 169 Hektare Sawah Tunda Tanam Padi di Gianyar

Akibatnya, pemilik lahan pun memilih menunda menanam padi, untuk mengantisipasi kerugian jika sawah benar-benar tak mendapatkan air

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Saluran induk pertanian di Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali tertutup longsor beberapa hari lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Hujan lebat yang terjadi sejak beberapa bulan ini, mengakibatkan sejumlah saluran irigasi pertanian di Kabupaten Gianyar, Bali rusak.

Kondisi tersebut pun menyebabkan banyak lahan yang tidak mendapat pasokan air yang konsisten.

Akibatnya, pemilik lahan pun memilih menunda menanam padi, untuk mengantisipasi kerugian jika sawah benar-benar tak mendapatkan air.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Ida Bagus Purnama, Rabu 19 Januari 2022.

Baca juga: Februari, Angkutan Siswa Gratis di Gianyar Dipastikan Beroperasi

"Karena hujan, sejumlah saluran induk irigasi  mengalami rusak parah.

Ada yang longsor dan ada juga yang tertimbun longsor, sehingga berdampak signifikan terhadap pasokan air untuk mengairi lahan persawahan," ujarnya.

Kata dia, saluran induk tersebut berada di empat lokasi, di antaranya di saluran induk Tampaksiring, yang mengakibatkan luas lahan terdampak 26 hektare.

Setelah itu, di jaringan induk Kulub Bawah, Sukawati  berdampak pada 31 hektar lahan pertanian.

Lalu di jaringan induk Uma Bila Desa Belega, yang berdampak pada 30 hektar lahan, dan jaringan induk Pering dengan kuas terdampak 82 hektare.

Gus Purnama mengatakan, jaringan irigasi induk ini perlu mendapatkan perhatian dan penanganan segera, mengingat sebagian dari subak ini akan masa tanam padi.

 "Luas terdampak 169 hektare, Pering dan Belega akan memasuki masa tanam, namun mesti ditunda sampai perbaikan sementara jaringan induk," jelasnya.

Selain jaringan induk, sejumlah jaringan irigasi tersier juga mengalami kerusakan akibat jebol dan tertimbun longsor.

Namun untuk skala kecil ini, diharapkan bisa ditangani langsung oleh anggota subak dengan cara gotong-royong.

"Yang saluran tersier diharapkan bisa ditangani oleh anggota subak," ujarnya.

Baca juga: Luapan Air Kejalan Hingga Pohon Tumbang Warnai Gianyar Hari Ini

Terkait penanganan di saluran induk, pihaknya sedang mengajukan surat permohonan perbaikan baik kepada PUPR Gianyar, PUPR Provinsi Bali,  BPBD Gianyar dan Balai Wilayah Bali Nusa Penida.

"Harapan kami, dari instansi yang kami ajukan permohonan bisa menindaklanjuti, mengingat saluran irigasi itu berdampak pada 169 hektare lahan pertanian," (*)

Artikel lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved