Berita Internasional

WHO Ungkap 100 Kasus Covid-19 Terjadi Tiap Tiga Detik, Satu Orang Meninggal Tiap 12 Detik

Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, sejak varian Omicron pertama kali teridentifikasi sembilan minggu yang lalu, lebih dari 80

Istimewa
Perawatan pasien Covid-19 di RSUD Klungkung. 

TRIBUN-BALI.COM - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan, rata-rata sepanjang pekan lalu, 100 kasus Covid-19 terjadi setiap tiga detik, dan seseorang harus kehilangan nyawa karena virus corona setiap 12 detik.

Menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, sejak varian Omicron pertama kali teridentifikasi sembilan minggu yang lalu, lebih dari 80 juta kasus telah dilaporkan ke WHO, lebih banyak dibanding sepanjang 2020.

"Sejauh ini, ledakan kasus belum diimbangi dengan lonjakan kematian, meskipun kematian meningkat di semua wilayah, terutama di Afrika, wilayah dengan akses vaksin paling sedikit," katanya dalam keterangan tertulis Senin (24/1/2022), yang diterima Kontan.co.id.

Tedros bilang, ada skenario berbeda tentang bagaimana pandemi bisa terjadi, dan bagaimana fase akut bisa berakhir.

Baca juga: Covid-19 Dunia, Ini 5 Varian yang Menjadi Perhatian WHO, Mana Paling Parah?

"Tapi, berbahaya untuk berasumsi bahwa Omicron akan menjadi varian terakhir, atau kita berada di akhir permainan," tegas dia.

Sebaliknya, Tedros menekankan, secara global, saat ini, dengan penyebaran Omicron yang sangat masif, merupakan kondisi ideal untuk lebih banyak varian baru virus corona muncul.

Untuk mengubah arah pandemi, dia menyebutkan, harus mengubah kondisi yang mendorongnya.

Setiap negara berada dalam situasi yang unik, dan harus memetakan jalan keluar dari fase akut pandemi dengan pendekatan yang hati-hati dan bertahap.

"Sulit, dan tidak ada jawaban yang mudah, tetapi WHO terus bekerja secara nasional, regional, dan global untuk memberikan bukti, strategi, alat, dan dukungan teknis dan operasional yang dibutuhkan negara," imbuh Tedros.

Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 31 Januari 2022

PPKM Jawa-Bali Dilanjutkan dan Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali sebagai upaya untuk terus mengendalikan pandemi COVID-19.

Pada periode yang akan dievaluasi pada 31 Januari 2022 ini, wilayah aglomerasi Jabodetabek menerapkan PPKM Level 2.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi PPKM yang dipimpin oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, Senin (24 Januari 2022), secara virtual.

“Pemerintah secara konsisten memperlakukan DKI (Jakarta) sebagai salah satu kesatuan aglomerasi Jabodetabek. Secara aglomerasi Jabodetabek saat ini masih pada Level 2,” ujar Menko Luhut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved