Berita Bangli

Guna Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Bangli Siapkan Dua Tempat Isoter

Satgas Covid-19 Bangli akan kembali mengaktifkan tempat isolasi terpusat (Isoter).

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Humas Satgas Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Satgas Covid-19 Bangli akan kembali mengaktifkan tempat isolasi terpusat (Isoter).

Dua tempat telah disiapkan, yakni di RSJ Bali dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kayuambua.

Baca juga: Dewan Minta Pemkab Bangli Perjelas Status Aset Goa Jepang

Baca juga: Ambil HP yang Jatuh di Arena Tabuh Rah, Wayan Kasna Diciduk Petugas Polsek Susut Bangli

Baca juga: Pemkab Bangli Targetkan Vaksinasi Anak Usia 6 - 11 Tahun Selesai Hari Ini

Humas Satgas Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa mengatakan, persiapan dua tempat Isoter ini merupakan perintah langsung dari Ka Satgas Covid-19 Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta kepada BPBD Bangli dalam rapat pemaparan program kerja belum lama ini.

Perintah tersebut dilatarbelakangi instruksi dari Kemenko Marves atas hasil rapat secara daring pada pekan lalu. 

"Menurut Kemenko Marves, berdasarkan perkembangan data ada kemungkinan perkembangan kasus. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus dan juga varian baru, semua daerah diimbau agar mempersiapkan isolasi terpusat," jelasnya Jumat (28/1).

Mengenai jumlah ketersediaan bed, Dirgayusa menyebut untuk tempat isoter di RSJ Bali tersedia sebanyak 98 bed.

Sedangkan di SKB, tersedia 48 bed.

"SKB ini menjadi cadangan, apabila di RSJ penuh," kata dia.

Sementara perkembangan kasus Covid-19 di Bangli, Dirgayusa menyebut hingga kini kasusnya masih melandai.

Bahkan dalam sepekan terakhir tercatat 0 kasus, dan 2 orang dalam perawatan.

"Kendati demikian pemberlakuan Isoter ini bisa sewaktu-waktu. Karena kita tidak tau kapan terjadinya lonjakan kasus. Sehingga persiapannya sudah dilakukan oleh BPBD. Termasuk juga menghitung berapa anggaran untuk pemenuhan kebutuhan di Isoter," jelasnya.

Pria yang juga Kadis Kominfosan Bangli itu menambahkan, selain persiapan Isoter, Kemenko Marves juga menginstruksikan untuk percepatan realisasi vaksin booster.

Di mana sesuai data, capaian vaksin booster baru mencapai 4,43 persen atau 6741 orang dari target 155.325 orang.

"Capaian ini merupakan lansia dan petugas publik. Untuk kelompok-kelompok yang lain jadwalnya menyusul," ujarnya.

Diketahui, terjadinya lonjakan kasus erat kaitannya dengan kerumunan yang kurang terkontrol.

Disinggung mengenai hal ini, Dirgayusa mengatakan, Ka Satgas Covid-19 Bangli sudah menginstruksikan pada BPBD agar selektif dalam pemberian rekomendasi permohonan pelaksanaan keramaian. 

Baca juga: Sumber Informasi Lokal Bali, Puri Agung Denpasar Bangli Lakukan Konservasi dan Katalogisasi Lontar

Baca juga: Dewan Bangli Apresiasi Rencana Alun-Alun Kota Bangli Jadi Destinasi Wisata Kota

"Poin ke dua, Pak Bupati dan Wakil Bupati sudah memerintahkan pada seluruh jajaran, salah satunya Kominfosan untuk terus memberikan imbauan melalui berbagai media. Selain itu Satpol PP juga diperintahkan untuk selalu mengawasi dan memberikan informasi secara langsung pada pengunjung fasilitas publik, agar tetap menerapkan prokes dan jaga jarak. Dan poin ketiga, telah memerintahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyiapkan fasilitas pendukung prokes. Semua arahan ini sudah dilaksanakan," sebutnya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved