Berita Denpasar

4 Hari Jualan di Pasar Cokroaminoto, Pedagang Pasar Wangaya Mengeluh Sepi: Satu Pun Gak Dapat Garus

Putu Sudani salah satu pedagang Pasar Wangaya yang terpaksa pindah ke Pasar Cokroaminoto, Kota Denpasar, Bali, mengeluhkan sepinya pembeli

Tribun Bali/Putu Supartika
FOTO TIDAK TERKAIT BERITA. Pembatas antara pedagang dan pembeli dengan plastik di Pasar Cokroaminoto Denpasar Bali. 4 Hari Jualan di Pasar Cokroaminoto, Pedagang Pasar Wangaya Mengeluh Sepi: Satu Pun Gak Dapat Garus 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 4 Hari Jualan di Pasar Cokroaminoto, Pedagang Pasar Wangaya Mengeluh Sepi: Satu Pun Gak Dapat Garus.

Putu Sudani salah satu pedagang Pasar Wangaya yang terpaksa pindah ke Pasar Cokroaminoto, Kota Denpasar, Bali, mengeluhkan sepinya pembeli. 

Bahkan sudah hampir 4 hari berjualan di Pasar Cokroaminoto, belum ada satu pun pembeli yang datang membeli busungnya. Ia pun mengaku masih sangat ingin berjualan di Pasar Wangaya

"Masih sebenarnya mau jualan di sini (Pasar Wangaya, red). Di Tiara Grosir sudah 4 hari tidak dapat jualan. Satu pun gak dapat garus (terbeli)," ungkapnya, Jumat 28 Januari 2022.

Baca juga: Pedagang Terminal Wangaya Direncanakan Jualan Pagi di Pasar Cokroaminoto Denpasar

Sebelumnya, ia berjualan di Pasar Wangaya selama 10 tahun dan baru kali ini dilakukan relokasi para pedagang karena pasar ini akan diubah menjadi terminal. Ia sangat mengeluhkan sepinya pembeli di Pasar Cokroaminoto

"Sepi tidak ada kehidupan di sana, tidak ada uang lagi pakai belanja karena tidak laku jualan, apa pakai belanja," tambahnya. 

Jajaran Pemerintah Kota Denpasar beserta stakeholder terkait melakukan pengawasan terkait pemindahan Pasar Wangaya ke Pasar Cokroaminoto (Eks Tiara Grosir, red), Jumat 28 Januari 2022.

Ketika ditemui, Kadishub Kota Denpasar Ketut Sriawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi untuk pembongkaran Pasar Wangaya

"Kemarin sudah kami koordinasikan untuk melakukan pembongkaran dan kami pun berterimakasih kepada para pedagang dengan sendirinya bahwa kami juga memberikan ruang untuk para pedagang di pasar ke Pasar Cokro," ungkapnya, Jumat 28 Januari 2022. 

Diharapkan para pedagang nantinya tetap dapat berjualan dan setelah pihaknya memberikan penjelasan terkait dengan penataan ruang dan aset demi keamanan dan kenyamanan bersama.

Dimana pada rencana awal yang akan dibongkar oleh petugas, namun dengan kesadaran para pedagang sendiri dan hasil koordinasi akhirnya para pedagang membongkar sendiri lapaknya.

(*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved