Berita Denpasar

Tiga Ikon Kota Depasar Disemprot Air Bertekanan Tinggi

Pembersihan ini dilakukan pada Minggu (30/1/2022) dengan menggunakan alat semprot air bertekanan tinggi, yang dimulai dengan target  Patung Perjuangan

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Sejumlah orang sedang membersihkan Monumen Puputan Badung, Denpasar, Minggu (30/1/2022). Pembersihan dengan air melalui penyemprotan bertekanan tinggi ini dilakukan dalam rangka keindahan kota menyambut HUT ke-234 Kota Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka menyambut HUT ke-234 Kota Denpasar, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menggandeng Yayasan Beji Bhoewana Bali dan PT Karcher Indonesia melaksanakan pembersihan situs-situs budaya di kota ini.

Yakni palinggih-palinggih di Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Patung Catur Muka Denpasar dan Patung Perjuangan Puputan Badung.

Pembersihan ini dilakukan pada Minggu (30/1/2022) dengan menggunakan alat semprot air bertekanan tinggi, yang dimulai dengan target  Patung Perjuangan Puputan Badung, kemudian Patung Catur Muka dan Pura Agung Jagatnatha.

Kepala Yayasan Beji Bhoewana Bali, AA. Wiradarma mengatakan dalam rangka HUT ke 234 Kota Denpasar yang jatuh pada 27 Februari 2022 nanti, Yayasan Beji Bhoewana Bali menggandeng perusahaan Jerman, Karcher, yang merupakan perusahaan teknologi pembersih berbasis air untuk turut berpartisipasi membersihkan situs budaya dan monumen yang ada di kota Denpasar.

Baca juga: UPDATE: Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 124 Orang, Sembuh Empat Pasien

“Yang kita pilih ada tiga lokasi. Salah-satunya patung yang jadi ikon Kota Denpasar, yakni Patung Catur Muka,” kata Wiradarma.

Dijelaskan Wiradarma, Bali yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia dan sedang menunggu pembukaan airport untuk penerbangan internasional untuk bisa langsung dikunjungi turis dari mancanegara, diharapkan bisa berbenah diri sebelum kedatangan tamu yg akan berdampak positif bagi semua pihak.

Tentunya partisipasi Karcher melalui Yayasan Beji Bhoewana Bal diharapkan  membawa dampak  yang positif.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan bahwa dalam masa pandemi Covid-19 ini pemkot akan terus mendorong BUMN, BUMD, perbankan,   perusahaan swasta dan lainnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan Kota Denpasar.

"Dengan pola gotong royong tentu hal-hal yang berat dapat kita kerjakan bersama dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak maupun demi pembangunan di Kota Denpasar itu sendiri," kata Jaya Negara.

HUT Kota Denpasar ini diperingati sesuai dengan berdirinya Puri Denpasar tahun 1788.

Berdasarkan dokumen yang didapat Tribun Bali dari Humas Kota Denpasar, dan mengacu pada penelusuran sejarah Kota Denpasar yang dilakukan Bappeda Denpasar, sejarah berdirinya Puri Denpasar diawali dengan kisah seorang raja yang menjadi pewaris tahta di Puri Alang Badung.

I Gusti Pukulbe Aeng merupakan putra dari I Dewa Agung Anom di Puri Sukawati. Tahun 1750, ia memindahkan keratonnya dan membangun Puri Satria.

Nama Puri Satria ini dikaitkan dengan Raja l Dewa Agung Anom di Puri Sukawati yang merupakan trah Ksatria.

Saat Raja I Gusti Pukulbe Aeng wafat dan digantikan putranya I Gusti Ngurah Pukulbe Ksatria, Puri Satria menjadi Iemah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved