Berita Denpasar

Jalani Karantina di Rutan Bangli, Tuntutan Pidana Gede Exell Ditunda

Pembacaan surat tuntutan terhadap terdakwa Gede Exell Pradana Putra ditunda. Ditundanya pembacaan tuntutan oleh jaksa Penuntut Umum (JPU)

www.klikpositif.com
Ilustrasi sabu - Pembacaan surat tuntutan terhadap terdakwa Gede Exell Pradana Putra ditunda 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembacaan surat tuntutan terhadap terdakwa Gede Exell Pradana Putra ditunda.

Ditundanya pembacaan tuntutan oleh jaksa Penuntut Umum (JPU), karena terdakwa tengah menjalani isolasi atau karantina pasca dipindahkan penahanannya.

Demikian disampaikan Desi Purnani Adam selaku penasihat hukum terdakwa saat dikonfirmasi, Senin, 22 November 2021. 

"Iya tuntutan ditunda. Terdakwa masih menjalani karantina setelah dipindah penahanannya ke Rutan Bangli. Sidang tuntutan direncanakan akan digelar Selasa minggu depan," jelas Jaksa Dina K Sitepu saat dikonfirmasi, Senin, 31 Januari 2021.

Baca juga: Pengedar Sabu Nyamar Jadi Ojol di Denpasar, Yudo Kristanto Terancam 20 Tahun Penjara

Diketahui, Gede Exell tersangkut kasus tindak pidana narkotik.

Pemuda berumur 21 tahun ini ditangkap oleh petugas kepolisian karena membawa narkotik golongan I jenis sabu sebanyak 27 paket siap edar.

Oleh JPU, terdakwa dikenakan dakwaan alternatif. Dakwaan kesatu, perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

Atau kedua, Pasal 112 Ayat (2) UU yang sama. Dimana Gede Exell terancam pidana penjara selama 20 tahun.

Dibeberkan dalam surat dakwaan, terdakwa ditangkap di Jalan Setra Padonan, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Jumat, 17 September 2021 sekira pukul 16.00 Wita.

Baca juga: BENARKAH Ardhito Pramono dan Jaen Sanfadelia Sudah Menikah? Hingga Akui Pakai Ganja Sejak 2011

Ditangkapnya terdakwa bermula dari adanya informasi yang diperoleh tim Satres Narkoba Polresta Denpasar.

Berbekal informasi itu, petugas kepolisian melakukan penyelidikan hingga diketahui identitas dan keseharian terdakwa.

Selanjutnya dilakukan pemantauan, dan petugas kepolisian melihat terdakwa keluar dari kosnya di Jalan Imam Bonjol, Denpasar menuju arah Dalung.

Dari hasil pemantauan terdakwa masuk ke area kos di Jalan Setra Padonan, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Saat itu lah petugas kepolisian langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Baca juga: Ditangkap di Kamar Kos Usai Mengambil Paket Sabu, Erna Terancam Dipenjara 12 Tahun

Kemudian terdakwa digeledah, hasilnya ditemukan 27 paket sabu. Penggeledahan berlanjut ke kos terdakwa.

Di sana petugas kepolisian kembali menemukan barang bukti terkait berupa dua buah timbangan digital, satu bendel plastik klip kosong dan barang lainnya.

Saat diinterogasi, terdakwa mengaku mendapat 27 paket sabu itu dari Oky (DPO).

Terdakwa mengatakan, hanya bekerja mengambil dan menempel kembali narkoba itu atas perintah Oky. Dari pekerjaan itu terdakwa mendapat upah Rp50 ribu untuk satu tempelan paket sabu. (*)

Berita lainnya di Peredaran Narkotika di Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved