Berita Klungkung

Nyaris Timpa Istri yang Sedang Memasak, Pohon Kelapa Tumbang Hancurkan Dapur Sudiarta di Klungkung

I Komang Sudiarta (39) hanya termenung ketika memperhatikan bangunan dapurnya yang sudah porak-poranda akibat tertimpa pohon tumbang.

Istimewa
Kondisi bangunan dapur milik Komang Sudiarta, Senin 31 Januari 2022 yang hancur tertimpa pohon kelapa tumbang. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - I Komang Sudiarta (39) hanya termenung ketika memperhatikan bangunan dapurnya yang sudah porak-poranda akibat tertimpa pohon tumbang.

Meskipun demikian, ia mengaku bersyukur keluarganya bisa selamat dari musibah itu. Terlebih saat sebelum ditimpa pohon kelapa, istrinya sedang memasak di dapur.

Keluarga I Komang Sudiarta, Senin 31 Januari 2022 didatangi oleh Wabup Klungkung, I Made Kasta beberapa anggota PMI Kabupaten Klungkung.

Sudiarta lalu menunjukkan bangunan dapurnya yang sudah nyaris rata dengan tanah. Sesekali raut wajahnya tampak sedih, ketika melihat sisa perabotan di dapurnya yang sudah hancur. 

Baca juga: Marak Klaster Keluarga di Klungkung, Sekolah Jadi Imbas

" Saya sudah beberapa kali mengalami musibah," ungkap Sudiarta yang kesehariannya sebagai buruh bangunan.

Komang Sudiarta dan keluarganya tinggal di sebuah kebun di Banjar Tengah, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung. Kediaman sederhananya berada di tengah kebun yang banyak ditumbuhi pohon kelapa.

Ia menceritakan, musibah pohon tumbang itu terjadi Sabtu 29 Januari 2022 sekitar pukul 16.00 Wita.

Sebelum kejadian itu, istrinya Sudiarta, Ni Wayan Mustiki tengah membawa air ke dapur. Saat itu angin berhembus sangat kencang.

Baca juga: Pemkab Klungkung Rayakan Rahina Tumpek Uye dengan Melepasliarkan Hewan dan Biota Laut

Ketika Mustiki keluar dari dapurnya itu, tiba-tiba pohon kelapa yang tumbuh menjulang di sekitar kediamannya roboh. Pohon kelapa itu tumbang dan menimpa bangunan dapur yang lokasinya terpisah dengan kediamanya.

" Saat pohon kelapa itu tumbang beruntung istri saya sudah selesai membawa air ke dapur," ungkap Sudiarta.

Kejadian itu membuat dapur sederhananya hancur, hingga nyaris rata dengan tanah. Sudiarta pun harus membuat daput darurat, agar tetap bisa memasak untuk kebutuhan keluarga.

 Ia memperkirakan, musibah itu menyebabkan dirinya mengalami kerugian hingga Rp30 juta. Ia pun berharap pemerintah dapat membantu perbaikan dapurnya yang roboh.

" Saya berharap juga bisa dibantu perbaikan dapur saya yang rusak ini," ungkapnya.

Sementara itu Wabup Made Kasta dan PMI menyerahkan bantuan paket sembako ke keluarga dari I Komang Sudiarta. 

Wabup Made Kasta berharap agar bantuan itu bisa sedikit meringankan beban keluarga Wayan Sudiarta yang terkena musibah.

 "Saya sangat perihatin atas kejadian ini, tetap tingkatkan selalu kewaspadaan untuk menjaga keselamatan mengingat cuaca angin kencang maupun hujan masih terjadi belakangan ini," ungkap Wabup Kasta seusai menyerahkan bantuan. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved