Berita Bangli

Kasus Covid-19 di Bangli Bertambah 13 Kasus Dalam Tiga Hari, Secara Akumulatif Berjumlah 5258 Kasus

Sebaran kasus Covid-19 di Bangli masih terus ditemukan.Terbukti dalam tiga hari terakhir, kasus aktif kembali bertambah sebanyak 13 kasus.

Muhammad Fredey Mercury
Kalak BPBD Bangli, I Wayan Wardana ketika ditemui Tribun Bali 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Sebaran kasus Covid-19 di Bangli masih terus ditemukan.

Terbukti dalam tiga hari terakhir, kasus aktif kembali bertambah sebanyak 13 kasus.

Penambahan paling banyak adalah pada hari Rabu (2/2).

Tercatat ada penambahan tujuh kasus yang lokasinya menyebar di seluruh kecamatan.

Sementara sehari sebelumnya, juga diketahui penambahan kasus positif yang cukup tinggi, yakni sebanyak 6 orang.

Baca juga: Polres Bangli Ringkus 4 Pelaku Penyalahguna Narkoba, Suardika: Awalnya Hanya Coba-coba

Baca juga: Empat Banjar Adat di Bangli Ajukan Usulan Jadi Desa Adat

Baca juga: 9 SHIO MUJUR Kamis 3 Februari 2022, Kekuatan Mental Shio Kambing Kuat, Shio Kelinci Gelar Perayaan 

Humas Satgas Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa saat dikonfirmasi Rabu (2/2) membenarkan hal tersebut.

Ia menyebut warga yang terpapar Covid-19 berasal dari Kecamatan Kintamani satu orang, Kecamatan Bangli tiga orang, Kecamatan Susut satu orang, dan Kecamatan Tembuku dua orang.

Diketahui dengan adanya penambahan 13 kasus, secara akumulatif jumlah kasus Covid-19 di Bangli sebanyak 5258 kasus.

Dari jumlah tersebut, 25 orang masih dalam perawatan.

Mengenai tindak lanjut, mantan Camat Kintamani itu mengatakan sesuai dengan SOP pihaknya melalui Dinas Kesehatan akan melakukan tracing kontak erat. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli, I Wayan Wardana mengatakan sesuai arahan Ketua Satgas Covid-19 Bangli, pihaknya sudah menyiapkan dua tempat yang akan digunakan untuk tempat isolasi terpusat (Isoter).

Yakni di Gedung Diklat RSJ Bali, dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kayuambua. 

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 6 miliar.

Anggaran itu bersumber dari dana Bantuan Tak Terduga (BTT).

"Yang pasti anggaran itu sudah disiapkan di APBD Induk 2022. Misalnya nanti terjadi Isoter, berapa pun kebutuhannya untuk operasional, baru kita mengamprah. BTT ini untuk kebencanaan, jadi tidak hanya untuk covid saja," jelasnya.

Sementara disinggung soal tugas jaga di tempat Isoter, Wardana menyebut tugas jaga disesuaikan dengan SK Satgas Penanganan Covid-19 2021.

Sebab SK tersebut belum dibubarkan.

Baca juga: Berikut Penjelasan BMKG Mengenai Hujan Es di Bangli

Baca juga: Perayaan Tahun Baru Imlek, Personel Polsek Kintamani Bangli Laksanakan Pengamanan di Setiap Konco

Baca juga: Ini Gejala Ringan, Sedang Hingga Berat Apabila Terpapar Varian Omicron

"Jadi ketika nanti Isoter terisi, tim ini secara otomatis akan bertugas lagi. Tim satgas yang bertugas jaga ini terdiri tenaga medis, TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, serta dari OPD," tandasnya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved