Berita Bali

Orangtua Siswa Jenuh dengan Covid-19, Aktivitas PTM di Dua Sekolah Dihentikan Sementara

Penyebaran Covid-19 di beberapa sekolah di Klungkung kian meluas. Hal ini membuat beberapa orangtua siswa mulai resah.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Aktivitas disinfeksi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di SMP N 2 Semarapura, Rabu 2 Februari 2022 - Orangtua Siswa Jenuh dengan Covid-19, Aktivitas PTM di Dua Sekolah Dihentikan Sementara 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Penyebaran Covid-19 di beberapa sekolah di Klungkung kian meluas.

Hal ini membuat beberapa orangtua siswa mulai resah.

Apalagi sudah ada dua sekolah di Klungkung yang aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus dihentikan sementara karena adanya penyebaran Covid-19 di sekolah.

I Putu Mahendra Diputra, warga asal Kelurahan Semarapura Kelod, mengaku sangat resah penyebaran Covid-19 yang mulai marak ditemukan di Klungkung, Bali.

Baca juga: Penumpang Internasional Cuma Enam, Satgas Covid-19 Bali Siapkan Berbagai Langkah Antisipatif

Ia pun heran, karena PTM sudah beberapa bulan dilaksanakan.

Namun baru kali ini terjadi penyebaran Covid-19 di sekolah.

"PTM sudah beberapa bulan, tapi baru sekarang informasinya penyebaran Covid-19 marak. Ini karena baru di-tracing atau prokes di sekolah kendor? Jujur masyarakat sudah jenuh dengan masalah Covid-19 ini," ungkap Mahendra, Rabu 2 Februari 2022.

Dia berharap persoalan Covid-19 tidak terlampau dibesar-besarkan lagi.

Apalagi siswa sudah divaksinasi Covid-19, demikian halnya para orangtua juga sudah divaksinasi dosis ketiga.

"Apalagi di media disebutkan omicron tidaklah bergejala berat. Apalagi sudah divaksinasi, jika terinfeksi pun sudah tidak berat. Saya sebagai orangtua siswa sudah jenuh. Jika ada siswa batuk, pilek atau demam cukup istirahat dan isolasi. Jangan tracing atau dibesar-besarkan lagi," ungkapnya.

Ia khawatir jika persoalan ini trus dibesar-besarkan, tidak menutup kemungkinan siswa kembali belajar daring secara penuh dan aktivitas masyarakat secara umum kembali terganggu jika ada perubahan status ke level IV.

"Saat vaksinasi sudah dijelaskan, jika terinfeksi Covid-19 gejalanya akan ringan dan tidak fatal. Kenapa sekarang setelah vaksinasi gencar malah gawat lagi. Kalau terus dibesar-besarkan, nanti siswa kembali daring dan yang rugi kita semua. Masyarakat sudah susah," jelas Mahendra.

Diberitakan sebelumnya, penyebaran Covid-19 semakin marak di sejumlah sekolah di Klungkung.

Di SMPN 2 Semarapura, 13 orang siswa terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga aktivitas PTM di sekolah itu dihentikan sampai Senin 7 Februari 2022.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved