Berita Bali

Penumpang Internasional Cuma Enam, Satgas Covid-19 Bali Siapkan Berbagai Langkah Antisipatif

Jelang pembukaan penerbangan internasional ke Bali oleh pemerintah, Satgas Covid-19 melakukan berbagai persiapan.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Ilustrasi bandara - Penumpang Internasional Cuma Enam, Satgas Covid-19 Bali Siapkan Berbagai Langkah Antisipatif 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Jelang pembukaan penerbangan internasional ke Bali oleh pemerintah, Satgas Covid-19 melakukan berbagai persiapan.

Sekretaris Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin menegaskan, pihaknya sudah siap menyambut kedatangan wisatawan internasional dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Terminal kedatangan internasional di (Bandara) Ngurah Rai, kemarin sudah menyatakan kesiapan. Apalagi besok perdana flight Garuda (Indonesia) itu isinya cuma enam penumpang. Itu kedatangan dari luar negeri, kalau tidak salah dari Jepang," kata Rentin, Rabu 2 Februari 2022.

Sebanyak 6 penumpang dari Jepang rencananya akan datang sebagai wisatawan mancanegara yang pertama kali ke Bali sejak pandemi melanda.

Baca juga: Pemain Persib Tak Genap 14 Orang, Positif Covid-19 Jelang Hadapi PSM Makassar

“Untuk di terminal kedatangan Ngurah Rai besok perdana flight Garuda itu isinya cuma 6 penumpang. Itu dari Jepang,” ujarnya.

Setibanya di Bali, para wisman itu bakal diarahkan menuju terminal kedatangan untuk melakukan serangkaian cek pemeriksaan suhu tubuh.

Rentin menjelaskan, jika ditemukan wisman yang memiliki suhu di atas 38 derajat celcius maka akan diarahkan ke ruang pemeriksaan lanjutan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan swab PCR.

"Kalau suhunya di atas ketentuan, nanti akan dibawa ke klinik khusus. KKP sudah menyiapkan klinik khusus untuk treatment awal dulu. Setelah di tempat sejuk suhunya kembali normal, setelah itu baru mereka melakukan swab PCR," kata Rentin.

Seusai swab PCR, para wisman akan melakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian untuk selanjutnya ditempatkan di ruangan khusus sembari menunggu hasil PCR dan menjalani pendataan oleh pihak hotel karantina.

Jika hasil PCR negatif, mereka bisa menuju ke hotel karantina. Rentin menjelaskan, para wisman tersebut sudah memesan hotel untuk karantina yang berada di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua.

Ia menyebutkan, para wisman yang ke Bali sudah harus menyertakan hotel yang sudah di-booking untuk pelaksanaan karantina.

Lima hotel yang siapkan untuk travel bubble antara lain, The Westin Nusa Dua, Grand Hyatt, Royal Tulip Springhill Jimbaran, Griya Santrian Sanur, dan Viceroy Bali Ubud.

“Khusus yang kedatangan besok me-request hotel tempat karantina di Hotel Grand Hyatt. Berikutnya juga demikian. Mereka sudah dengan full booking dan mereka sudah me-request hotel tempat menginap,” tegasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved