Sponsored Content

Fokus Penataan Destinasi Nusa Penida, Bupati Suwirta Paparkan Konsep One Gate One Destination

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta paparkan perencanaan penataan destinasi wisata Nusa Penida dengan konsep 'One Gate One Destination'

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat paparkan perencanaan penataan destinasi wisata Nusa Penida dengan konsep 'One Gate One Destination' kepada Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Jumat (4/2) 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta paparkan perencanaan penataan destinasi wisata Nusa Penida dengan konsep 'One Gate One Destination' kepada Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Jumat (4/2).

Pertemuan dihadiri Direktur Pengembangan Destinasi II,  Wawan Gunawan beserta jajaran.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memaparkan, One Gate One Destination pada intinya merupakan penataan destinasi wisata yang terintegrasi, mulai dari penataan obyek, pengelolaan dan pelayanan retribusi.

Upaya ini untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sehingga lebih lama berkunjung di Nusa Penida.

Baca juga: Nusa Lembongan Terpilih Jadi Kota Paling Ramah di Dunia, Disebut Sebagai Surganya Sebuah Pulau

Baca juga: Makna Upacara Matipat Bantal atau Upacara Mamitan Dalam Hindu 

Baca juga: Wandri Berlari Setelah Dengar Suara Gemuruh, Kamar Tidur & Dapur Rusak Tertimpa Pohon Kelapa

Ada 10 destinasi unggulan.

"Jadi semua akan dibuatkan perencanaan dan penataan tanpa menghilangkan originalitas alamiahnya. Untuk optimalisasi layanan retribusi akan disiapkan gate atau pintu untuk masing-masing destinasi," ujar Suwirta.

Beberapa hal yang menjadi fokus diskusi diantaranya ditekankan perlunya disiapkan perencanaan penataan yang komprehensif.

Kemudian status aset juga harus jelas sehingga peran pemerintah lebih mudah. 

"Mengenai pengusulan, agar dikoordinasikan misalnya melalui Kemenkomarves, dan mengundang kementerian terkait sesuai tugas fungsinya duduk bersama sehingga fokus dan ada progress," jelasnya.

Baca juga: Makna Upacara Matipat Bantal atau Upacara Mamitan Dalam Hindu 

Baca juga: Wandri Berlari Setelah Dengar Suara Gemuruh, Kamar Tidur & Dapur Rusak Tertimpa Pohon Kelapa

Sementara Direktur Pengembangan Destinasi Pariwisata II Wawan Gunawan menyampaikan, untuk usulan tahun 2023 agar disiapkan dan dicermati mekanisme dan persyaratan.

Untuk kegiatan fisik, Kemenparekraft membuatkan rekomendasi sementara pembangunannya dapat melalui DAK (Dana Alokasi Khusus).

Baca juga: Makna Upacara Matipat Bantal atau Upacara Mamitan Dalam Hindu 

Baca juga: Nusa Lembongan Terpilih Jadi Kota Paling Ramah di Dunia, Disebut Sebagai Surganya Sebuah Pulau

Baca juga: Lowongan Kerja Bali, PT Fajar Lestari Sejati Buka Loker untuk Posisi Marketing Advisor

Pada akhir pertemuan, Direktur Wawan Gunawan menugaskan jajaranya agar hasil diskusi dapat dilaporkan kepada Menteri Kemenparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved