Breaking News:

Berita Bali

Kit Antigen Test Kini Laris Manis Pasca Kasus Covid-19 Kembali Melonjak di Bali

Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 ini membuat peralatan medis salah satunya Kit Antigen Test mengalami peningkatan penjualannya

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Alat rapid test antigen yang banyak dibeli masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 di Bali mengalami lonjakan begitu pesat.

Tak main-main angka harian positif Covid-19 di Bali dua hari lalu sentuh 2.038 kasus.

Meningkatnya jumlah kasus Covid-19 ini membuat peralatan medis salah satunya Kit Antigen Test mengalami peningkatan penjualannya.

Ketika ditemui CEO Sanidata Group, Tri Kartono Andrias mengatakan saat ini alat Test Antigen sudah murah harganya.

Baca juga: Terkait Limbah Alat Tes Antigen Kotori Selat Bali, Menteri KKP Angkat Bicara

"Harga Kit Antigen Test sudah murah sekarang sekitar Rp 500 ribu isi 25 test. Mereka (pembeli) pada umumnya test sendiri. Mungkin mereka untuk kantor lalu untuk vila-vila kalau dia ada event pasti dia akan test antigen dulu.

Jadi kalau tes antigen sendiri lebih murah jadi untuk karyawan test antigen sendiri. Karena antigen saat ini sudah murah," jelasnya pada, Senin (7 Februari 2022).

Menurutnya setiap event yang melakukan rapid test dari membeli alat antigen sendiri biasanya akan memanggil perawat dari Rumah Sakit untuk melakukan prosedur rapid antigen seperti memasukan alat rapid ke hidung.

Untuk biaya jasa perawat menggunakan rapid tes antigen sendiri biasanya per-orang akan diminta Rp. 25 ribu.

Maka dari itu, tak heran penjualan alat rapid tes antigen ini mengalami peningkatan. Bahkan hari ini dibeli oleh salah satu pengurus Vila di Bali sebanyak 40 box.

Sementara itu, untuk harga masker sudah mengalami penurunan bahkan pihaknya pun sampai melakukan promosi agar ada masyarakat yang membeli maskernya.

"Masker sekarang jauh sekali harganya murah banget. Kita stok masker banyak sekali jadi tidak sampai kekurangan.

Malahan kita promosikan untuk kelas atas. Kalau untuk kelas biasa sangat murah sekali sekitar Rp 25 ribu per kotak," tambahnya.

Sedangkan untuk supply masker dan handsanitizer ke Rumah Sakit dan Perkantoran memang ada kenaikan namun tidak signifikan yakni hanya sejumlah 10 persen.

Sementara untuk stok oksigen masih aman dan tidak ada masalah pada oksigen.

Baca juga: Pawai Ogoh-Ogoh di Badung Wajib Kantongi Rapid Antigen, Satgas Akui Masih Koordinasi Dengan Disbud

Tri pun tidak memungkiri memang kasus positif Covid-19 mengalami peningkatan yang tajam di Bali. Namun kondisinya tidak seperti pandemi Covid-19 tahun lalu. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved