Human Interest

Mantan Pekerja Akunting di Hotel Kuta Ini Alih Profesi, Buka Kedai Kopi di Atas Sepeda Gayung 

Pandemi Covid-19 yang mewabah hampir di seluruh dunia ini menyimpan banyak cerita.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
I Gusti Agung Oka Krisna Jaya (42) penjual Kopi Baik. Setelah pandemi menghantam, pria yang dulu bekerja di salah satu hotel di Kuta ini memilih berjualan kopi di atas sepeda gayungnya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pandemi Covid-19 yang mewabah hampir di seluruh dunia ini menyimpan banyak cerita.

Redupnya dunia pariwisata membuat banyak masyarakat, khususnya warga Bali yang sebelumnya bekerja di sektor pariwisata kini beralih profesi.

Seperti I Gusti Agung Oka Krisna Jaya (42) pria asal Denpasar. 

Krisna begitu sapaannya sebelumnya merupakan karyawan akunting di salah satu hotel kawasan Kuta.

Namun semenjak pandemi menghantam tempatnya mengais rezeki, Krisna membuka usaha yakni kedai kopi jalanan.

Baca juga: 20 Tahun Jadi Chef, I Made Sunata Beralih Buat Usaha Pizza, Kantongi hingga Rp1 Juta Per Hari

Uniknya kedai kopinya dibuka di atas sepeda gayung miliknya, kedai kopinya dinamai dengan nama 'Kopi Baik'.

Ia berjualan hampir setiap hari mulai dari pukul 09.00 sampai 16.00 Wita di seputaran Jalan Setra Badung, Denpasar.

Ketika ditemui, ia pun mulai bercerita bagaimana ia memulai usaha ini. 

"Saya sudah setahun jualan kopi di sini. Harganya mulai dari Rp10 ribu sampai Rp13 ribu," ungkapnya pada, Sabtu 12 Februari 2022. 

Hampir setahun berjualan kopi rata-rata kopinya dalam sehari terjual hingga 15 cup.

Ia pun tidak masalah harus mengayuh sepeda gayungnya ketika berjualan karena jarak dari rumahnya dekat dengan tempatnya berjualan.

Ia juga mengaku sangat senang menjalani usaha ini karena membuat kopi dan bersepeda merupakan hobinya. 

Baca juga: Kisah Sumiati, Wanita Sebatang Kara Asal Jember yang Rawat 60 Ekor Anjing Telantar di Padang Galak

"Sekalian jalanin hobi, hobi sepedaan dan membuat kopi manual. Sebelum pandemi memang saya sering bawa kopi sambil naik sepeda sama teman-teman."

"Ya memang kalau pendapatan di hotel sudah pasti setiap bulan. Kalau ini yasudah lah karena hobi dan pandemi buat sesuatu yang bergerak saja daripada diam di rumah," tambahnya. 

Seluruh biji kopi yang ia gunakan sebagai bahan dasar ini merupakan biji kopi yang didapat dari desa-desa penghasil biji kopi terbaik di Bali.

Biasanya yang membeli kopi buatannya mulai dari usia 20 tahun ke-atas. 

"Jadi konsepnya memang ditanam di Bali diseduh di Bali. Biji kopinya saya dapat dari seluruh Bali."

"Dan menu yang paling best seller yaitu kopi susu. Saat pandemi ini skill-skill terpendam harus dikeluarkan agar dapat bertahan hidup di tengah pandemi," tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved