Berita Bali

Omicron Sudah Diprediksi Para Ahli, Bali Siapkan Langkah-langkah Antisipasi Lonjakan Kasus

Lonjakan kasus Covid-19 di Bali yang diduga kuat merupakan penyebaran Omicron langsung mengundang reaksi berbagai pihak

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Wakil Gubernur Bali, Cok Ace bersama jajaran pemerintah, TNI dan Polri meninjau pelaksanaan vaksinasi booster di Aula Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, Bali, Jumat 11 Februari 2022 - Omicron Sudah Diprediksi Para Ahli, Bali Siapkan Langkah-langkah Antisipasi Lonjakan Kasus 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lonjakan kasus Covid-19 di Bali yang diduga kuat merupakan penyebaran Omicron langsung mengundang reaksi berbagai pihak untuk bersatu-padu memutus rantai penyebaran virus.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mengapresiasi para pihak yang telah mempermudah akses masyarakat menerima vaksinasi ketiga atau vaksin booster.

Di samping itu, upaya-upaya pendisiplinan protokol kesehatan (prokes).

Sejauh ini, disebutkan Cok Ace, capaian vaksinasi booster sejauh ini masih 9 persen lantaran belum semua masyarakat memenuhi syarat menerima booster, namun antusiasme masyarakat relatif bagus.

Baca juga: Pemerintah Dorong Vaksinasi Booster, Antisipasi Kenaikan Varian Omicron

"Layanan vaksinasi booster ini bisa terus kita tingkatkan, memang untuk booster, perlu jeda waktu lebih lama dari vaksin 2, antusias relatif bagus, sekarang masih 9 persen yang dibooster, hal ini karena ada jeda waktu 6 bulan, ini yang menyebabkan mereka belum semuanya bisa divaksin sekarang,” kata Wagub dalam acara vaksinasi booster di Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, Bali, Jumat 11 Februari 2022.

Menurut Wagub, lonjakan kasus di fase Omicron ini dirasa lebih bisa diantisipasi jika dibandingkan saat kasus varian Delta, karena Omicron sebelumnya sudah diprediksi oleh para ahli bisa terjadi lonjakan 2-3 kali lipat.

"Dari kasus Delta ke Omicron sebenarnya diprediksi para ahli 2-3 kali lipat, disiapkan diantisipasi astungkara kemarin sudah mulai turun, kami pantau berapa yang masuk rumah sakit dan bagaimana fatalitynya," paparnya.

Sementara itu, secara terpisah, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Sonny Aprianto memberikan instruksi kepada seluruh jajaran satuan melalui Komandan Korem dan Komandan Kodim untuk kembali melakukan pendisiplinan protokol kesehatan masyarakat.

Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk disiplin prokes, menurut dia dapat memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

"Semakin hari Covid-19 dan adanya varian Omicron semakin meningkat baik secara nasional dan Bali. Saya sudah instruksikan kepada seluruh jajaran khususnya di Bali untuk mengerahkan personel bersama dengan Polda Bali guna melakukan pendipsiplinan kembali prokes. Dengan disiplin prokes kita bisa memutus rantai penularan, hanya itu caranya satu-satunya untuk menutus rantai penularan, tanpa kesadaran masyarakat untuk melakukan prokes ini akan terus meningkatkan penularan Covid-19," tegas Mayjen Sonny.

Ia juga menggencarkan kembali isolasi terpusat (isoter) untuk pasien bergejala ringan maupun tidak bergejala untuk mengurangi tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit atas lonjakan kasus Covid-19 yang kasus harian menyentuh angka empat digit.

Jenderal bintang dua ini berharap melalui perawatan yang intensif di isoter, sehingga tidak memperburuk kondisi pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang ujung-ujungnya justru apabila menuju gejala berat berdampak pada tingkat BOR.

"Kami terus dorong isoman agar menjalani isoter. Isoman yang kurang layak karen kurang pengawasan sehingga dikhawatirkan mereka menularkan ke yang lain, sejauh ini tidak ada yang menolak, kita juga mengecek ke RS bagi yang bergejala ringan dikeluarkan dari RS ke isoter sehingga tingkat BOR tidak terlalu tinggi," tuturnya.

Baca juga: INI 5 Temuan WHO Terkait Covid-19 Varian Omicron yang Mencemaskan Dunia

Di samping itu, Korem 163/Wira Satya bersama Bank Indonesia tengah menggencarkan upaya vaksinasi booster kepada masyarakat.

Sebanyak 2.500 dosis vaksin booster telah diterimakan kepada masyarakat di Bali yang diterimakan bagi masyarakat yang sudah memiliki jeda waktu 6 bulan dari penerimaan vaksinasi dosis kedua.

"Vaksin booster yang diselenggarakan di Makorem 163/Wira Satya, sudah tercatat hampir 2.500 vaksin lebih. Luar biasa antusiasme masyarakat, vaksinasi ini juga sudah yang ketiga kalinya di Korem, tetapi di setiap Kodim juga kita laksanakan rutin," kata Danrem.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan, bahwa pihaknya turut gencar melakukan percepatan vaksinasi booster dengan harapan menekan angka kasus Covid-19 serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional di Bali.

"Harapannya segera bangkit di saat pariwisata sedang mengalami penurunan. Jika individu sehat tentu mereka akan lebih mudah bekerja. Ya pastinya dukung pemulihan ekonomi Bali Kalau kita sudah di Booster, yaa paling tidak kita menjaga kesehatan dan nyaman berkegiatan, supaya ekonomi tetap jalan bersama,” jelasnya. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved