Berita Jembrana

Sejak Januari 2022 Tercatat 1047 Kasus Covid-19 di Jembrana, Sebanyak 12 Pasien Meninggal

Terkini, sebanyak 1047 kasus tercatat dalam laporan Dinas Kesehatan Jembrana sejak Januari 2022 hingga pertengahan Februari 2022 ini.

Pixabay
Ilustrasi covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Jumlah kasus paparan Covid-19 di Jembrana membludak.

Terkini, sebanyak 1047 kasus tercatat dalam laporan Dinas Kesehatan Jembrana sejak Januari 2022 hingga pertengahan Februari 2022 ini.

Bahkan 12 diantaranya pasien dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Tak Lolos Babak 32 Besar Liga 3 Indonesia, Ini Kata Ketum PS Jembrana

Baca juga: Empat Remaja Terciduk Trek-trekan di Pantai Air Kuning-Yeh Kuning Jembrana

Baca juga: BENGKUANG Disebut Dapat Mencegah Kadar Gula Darah Naik, Begini Penjelasan Peneliti

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwatha menyatakan bahwa dari 1047 kasus ini, sekitar 369 pasien sudah dinyatakan sembuh.

Sedangkan sisanya masih dalam perawatan tim medis.

Untuk kasus yang membludak ini sendiri, dari prediksi Kementrian Kesehatan bahwa kebanyakan kasus ialah omicron. 

“Untuk penyebaran sendiri bisa dua hingga empat kali lipat daripada delta. Penyebaran dibandingkan 2021, kasusnya dua kali lipat. Namun untuk kematian jauh lebih kecil,” ucapnya Senin 14 Februari 2022.

Baca juga: Menurut WHO Ini 6 Tempat Dengan Risiko Terkena Covid-19 Lebih Tinggi, Salah Satunya Restoran

Baca juga: BENGKUANG Disebut Dapat Mencegah Kadar Gula Darah Naik, Begini Penjelasan Peneliti

Baca juga: SPECIAL VALENTINE! PROMO Indomaret 14 Februari 2022, Promo KitKat Hingga SilverQueen Beli 2 Gratis 1

Oka Parwatha menegaskan, bahwa menyangkut dengan kasus dan penyebaran omicron yang cukup masif dan tinggi, masyarakat tidak perlu panik.

Jadi, omicron memang penyebaran lebih cepat.

Hanya saja, untuk menyebabkan fatality sampai meninggal sangat kecil.

“Untuk fatality menyebabkan meninggal dunia sangat kecil. Dibandingkan dengan peningkatan kasus yang tinggi ini,” ungkapnya.

Menurut dia, bahwa selain tidak perlu panik upaya vaksinasi juga terus dilakukan.

Dan vaksinasi sendiri sudah mencapai 112 persen untuk dosis pertama, sedangkan dosis II mencapai 95 persen.

Kemudian untuk dosis boster 8 persen.

Sedangkan untuk isolasi sesuai arahan dari provinsi tidak dibolehkan untuk isolasi mandiri. 

Baca juga: Antisipasi Covid-19, 86 Personel Gabungan Sisir Kafe hingga Warung Tongkrongan di Jembrana

Baca juga: Sepuluh Karyawan Terpapar Covid-19, Pabrik Pengolahan Plastik di Desa Baluk Jembrana Lockdown

Baca juga: BENGKUANG Disebut Dapat Mencegah Kadar Gula Darah Naik, Begini Penjelasan Peneliti

“Yang positif di isoter kabupaten, atau istoter berbasis desa. Isoman tidak diperbolehkan sesuai arahan Provinsi,” bebernya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved