Persib Bandung
PERSIB BANDUNG vs PSIS Semarang, Jadi Ajang Duel Guru dan Murid dari Kota Minang
Akankah pertarungan antara guru dan murid asal Kota Minang tersebut akan mampu mengantarkan tim masing-masing meraih tambahan tiga poin?
TRIBUN-BALI.COM - Persib Bandung akan menghadapi PSIS Semarang pada laga lanjutan Liga 1 2021/2022 pekan ke-25
Pertandingan ini akan menjadi laga seru karena ambisi kedua tim.
Kedua tim sama-sama berambisi untuk meraih tiga poin di pertandingan ini.
Saat ini Persib Bandung berada di posisi ke-4 klasemen sementara dengan 46 poin dari 23 laga
Baca juga: STARTING XI PERSIB Bandung vs PSIS Semarang, Skuat Makin Lengkap, Begini Prediksinya
Baca juga: STRIKER PERSIB BANDUNG Marah-marah di Instagram, Sebut Pemain Bukan Anjing Yang Dikurung
Baca juga: LAGA PERSIB BANDUNG vs PSIS Semarang Terancam Ditunda, Robert Alberts Tiba-tiba Kirimkan Doa
Baca juga: Persib Bandung Kontra PSIS Semarang: Terungkap Kelemahan Dewangga Cs dan Cantanhede Cs
Sedangkan PSIS Semarang berada di peringkat ke-8 dengan 33 poin dari 24 laga.
PSIS Semarang sempat mengejutkan publik sepakbola nasional dengan penampilan mereka di paruh pertama musim ini.
PSIS berhasil menduduki papan atas klasemen sementara hampir setengah musim lamanya.
Namun penampilan mereka di putaran kedua ini belum konsisten.
Persib Bandung apabila memenangkan laga ini maka akan menggeser posisi Bali United di peringkat ketiga dengan 49 poin.
Pertandingan Persib Bandung menghadapi PSIS Semarang di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, nanti malam, tidak hanya menjadi ajang penentuan posisi di klasemen sementara.
Laga ini juga menjadi pertarungan antara murid dan guru yang berasal dari Sumatra Barat, yaitu Jandia Eka Putra dan Teja Paku Alam.
Keduanya adalah kiper utama bagi tim masing-masing.
Jandia dan Teja sempat membela panji yang sama, yaitu Semen Padang FC.
Meski belum pernah bermain bersama, Teja Paku Alam merupakan suksesor Jandia Eka Putra yang merupakan kiper legendaris tim berjuluk Kabau Sirah.
Jandia Eka Putra membela Semen Padang pada musim 2009-2017.
Total 125 pertandingan telah dilalui oleh kiper yang lahir di Padang, 14 Juli 1987, tersebut.
Sebelum bergabung dengan PSIS Semarang pada tahun 2018, Jandia merupakan salah satu penggawa yang membantu tim Semen Padang FC meraih beberapa gelar.
Ia berhasil menjuarai Liga 1 musim 2011-2012, menjadi runner-up Piala Indonesia musim 2012, dan Liga Prima Tahun 2012, dan berhak tampil sebagai wakil Indonesia di Piala AFC 2013.
Bersama PSIS Semarang dalam ajang Liga 1 musim ini, kiper yang identik dengan rambut dikucir tersebut telah bermain di 19 pertandingan.
Ia mencatat 16 gol kemasukan dan sepuluh laga tanpa kebobolan atau clean sheet.
Di pihak lain, Teja Paku Alam membela Semen Padang FC hanya semusim, yaitu pada 2019.
Saat itu, ia di datangkan tim Kabau Sirah bersama M. Rifqi dari Barito Putera.
Dilansir Tribunjabar.id dari dari laman liga-indonesia.id, bersama Semen Padang FC, Teja bermain sebanyak 25 pertandingan, dengan total 33 kebobolan dan telah melakukan 96 kali penyelamatan.
Meski tampil apik, Teja gagal membantu Semen Padang FC untuk lolos dari jurang degradasi Liga 2.
Bersama Persib, kiper kelahiran 14 Maret 1994 tersebut telah melakoni 16 pertandingan dengan sembilan gol kemasukan dan delapan kali cleansheet.
Akankah pertarungan antara guru dan murid asal Kota Minang tersebut akan mampu mengantarkan tim masing-masing meraih tambahan tiga poin?
Layak dinantikan pertandingan liga 1 antara Persib Bandung vs PSIS Semarang yang disiarkan langsung pukul 20.45 WIB.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul PERSIB vs PSIS: Ajang Duel Jandia Eka Putra dan Teja Paku Alam, Guru dan Murid asal Tanah Minang,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penampilan-gemilang-kiper-teja-paku-alam-dan-bek-kakang-rudianto-di-laga-persib-bandung.jpg)