Berita Gianyar

90 Persen Laporan Kabel Bermasalah di Gianyar Milik Provider Nyasar ke PLN

Selama ini, PLN selalu menjadi 'kambing hitam' ketika ada persoalan kabel. Padahal, kabel tersebut bukan berarti milik PLN.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Manajer PLN UP3 Bali Timur, Andre Pratama Djatmiko 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Selama ini, PLN selalu menjadi 'kambing hitam' ketika ada persoalan kabel.

Baik kabel yang melintang menganggap aktivitas ataupun kabel kendor yang dinilai membahayakan.

Padahal, kabel tersebut bukan berarti milik PLN.

Namun bisa saja itu merupakan milik provider atau kabel Internet yang tidak ada hubungannya dengan PLN.

Atas kekurang pahaman masyarakat terhadap kabel, di tahun 2021, PLN Bali Timur mendapatkan sekitar 50 laporan kabel bermasalah.

Ketika disurvei ke lapangan, ternyata 90 persen dari laporan tersebut merupakan kabel provider. 

Baca juga: 4 Warga Karangasem Ditangkap, Pencurian Pratima di Pura Dalem Pekung Gianyar

Manajer PLN UP3 Bali Timur, Andre Pratama Djatmiko di Gianyar, Bali, Kamis 17 Februari 2022 membenarkan bahwa selama ini PLN selalu menjadi pihak yang dituju ketika ada persoalan kabel.

Padahal di lapangan, kabel yang ada bukan hanya milik PLN, tetapi juga milik provider internet.

Diapun menjelaskan, jika kabel PLN, dari segi tiang besar, menggunakan beton warna putih. Jika tiang berwarna hitam dan kecil, itu bukan milik PLN.

Sementara dari segi kabel, kabel PLN dobel. Jika kabel tunggal berarti, kata dia, itu merupakan kabel perusahaan provider. 

"Dari sisi tiang, apabila tiang itu beton, besar dan putih itu pasti PLN. Kalau hitam, bukan. Dari sisi kabel, PLN itu dobel. Kalau kabelnya itu singel, itu adalah kabel telekomunikasi atau internet," ujarnya.

Baca juga: LPD Bedulu Gianyar Disebut Masih Berusaha Bangkit, Bendesa: Tak Ada Lepas Tanggung Jawab

Andre mengatakan, diduga karena kurang pahamnya masyarakat terhadap kabel, menyebabkan di tahun 2021 lalu, dari 50 laporan kabel bermasalah, 90 persennya merupakan kabel milik provider.

"Setiap ada laporam dari masyarakat yang masuk ke kami, pasti kami tindak lanjuti. Tapi, saat ke lapangan, dari 50 laporan, 90 persennya merupakan kabel provider. Hal itu karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kabel," ujarnya. 

Dia mengungkapkan, PLN selalu memantau kondisi kabel di lapangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved