Berita Denpasar

Kirim Sate Babi ke Jakarta hingga Batam, Putu Nico Raup Omzet hingga Rp 15 Juta per Bulan

Putu Nico Fajar Kusuma (33) yang bekerja sebagai seorang guide freelance untuk wisatawan China dan Eropa mulai putar otak.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Supartika
Putu Nico Fajar Kusuma sedang membakar sate di garase mobilnya 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pandemi melanda dan sektor pariwisata pun terdampak.

Putu Nico Fajar Kusuma (33) yang bekerja sebagai seorang guide freelance untuk wisatawan China dan Eropa mulai putar otak.

Nico pun mulai mencoba membuka usaha, mulai dari menjual salak hingga menjual makanan jadi seperti rendang.

Akan tetapi usaha tersebut tak bertahan lama, karena yang awalnya ramai semakin hari semakin sepi.

Baca juga: 106 Paket Sembako dan Sarana Prokes Diberikan Kepada Pecalang hingga Pemangku Pura Amongan Denpasar

Putu Nico pun kembali putar otak, hingga akhirnya ibunya menyarankan untuk melanjutkan usaha pembuatan sate yakni sate babi dan ayam.

Karena masih dalam masa pandemi, ukuran sate pun diperkecil.

Awalnya ibunya membuat sate dengan ukuran lebih kecil dan harga lebih murah yakni Rp 2 ribu per tusuk.

“Ibu saya sudah 12 tahun berjualan sate, dan kadang juga menitipkan ke sekolah-sekolah,” tutur Nico saat ditemui di kediamannya Jalan Patimura, Gang IV, Nomor 1, Dangin Puri Kaja, Denpasar, Kamis 17 Februari 2022.

Dirinya pun menyulap garase mobilnya menjadi warung untuk menjual sate.

Usaha sate ini ia geluti mulai Januari 2021 lalu.

Untuk promosi, dirinya setiap bulan lalu rutin mengundang foodvloger untuk mereview makanannya.

Selain itu, juga dipromosikan lewat media sosial termasuk dari mulut ke mulut.

Namun, karena adanya kebijakan PPKM yang membatasi jam operasional, dirinya pun menutup warung penjualan satenya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved