Berita Bali

Dimutasi dari Wakajati Bali, Ketut Sumedana Jabat Kapuspenkum Kejagung RI

Satu diantara pejabat yang dimutasi adalah Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Bali, Ketut Sumedana.

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Kejaksaan Agung RI. Dimutasi dari Wakajati Bali, Ketut Sumedana Jabat Kapuspenkum Kejagung RI 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa Agung (JA) RI ST Burhanuddin melakukan promosi dan mutasi besar-besaran beberapa pejabat eselon II di internal Korps Adhyaksa di wilayah Indonesia.

Promosi dan mutasi itu tertuang dalam Surat Keputusan JA Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2022 tentang Pemindahan, Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kejaksaan RI tanggal 18 Februari 2022.

Dari SK yang beredar dan ditandatangi oleh Burhanuddin itu, ada 66 orang yang dimutasi.

Satu diantara pejabat yang dimutasi adalah Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Bali, Ketut Sumedana.

Baca juga: Terkait Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Diselesaikan Tanpa Pidana, ICW Sentil Pernyataan Jaksa Agung

Dalam jabatan barunya, Ketut Sumedana akan menduduki posisi sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung.

Sumedana menggantikan Leonard Eben Ezer. Dimana tertuang dalam SK tersebut, Leonard Eben Ezer yang sebelumnya menjabat sebagai Kapuspenkum akan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten.

Sedangkan jabatan Wakajati Bali akan diisi oleh Teguh Subroto.

Teguh sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.

Diketahui, Sumedana dilantik sebagai Wakajati Bali, tanggal 5 Agustus 2021.

Sumedana menggantikan pejabat lama, Hutama Wisnu.

Sebelum dilantik menjadi Wakajati Bali, Sumedana pernah menjabat sebagai Koordinator Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

Nama Sumedana sendiri sudah tidak asing di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Pasalnya, Sumedana sempat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gianyar pada 2015 lalu.

Dia juga pernah menjadi penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama 5 tahun.

Baca juga: Jaksa Agung Sebut Korupsi Kurang dari Rp50 Juta Cukup Diselesaikan dengan Kembalikan Kerugian Negara

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved