Berita Bali

RSUP Sanglah Angkat Bicara Terkait Permasalahan Parkir yang Sempat Dikeluhkan Pengunjung Pasien

Pertama kita di RS Sanglah tentu paham dengan kondisi masyarakat terutama kondisi terkait parkir di RSUP Sanglah Denpasar. Tapi tarif itu sudah lama

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
RSUP Sanglah Angkat Bicara Terkait Permasalahan Parkir yang Sempat Dikeluhkan Pengunjung Pasien 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – RSUP Sanglah buka suara terkait permasalahan parkir yang sempat diunggah oleh seorang Warganet di Media Sosial Facebook beberapa waktu lalu.

Ketika dikonfirmasi Kasubag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna mengatakan kebijakan parkir di RSUP Sanglah dibagi dua. Yakni pengunjung pasien dan penunggu pasien.

"Pertama kita di RS Sanglah tentu paham dengan kondisi masyarakat terutama kondisi terkait parkir di RSUP Sanglah Denpasar. Tapi tarif itu sudah lama berlaku.

Kalau untuk kunjungan pasien maksimal untuk sepeda motor Rp 6 ribu sehari. Bukan progresif setiap jam nambah terus.

Baca juga: 3 Bayi Lahir pada Hari Valentine di RSUP Sanglah Denpasar

Untuk mobil maksimal Rp10 ribu. Untuk penunggu pasien menginap dapat kartu tunggu. Per hari Rp 2 ribu," ungkapnya pada, Sabtu (19 Februari 2022).

Dewa juga mengatakan, dalam unggahan seseorang tersebut memang ia membayar parkir sejumlah Rp 6 ribu.

Jadi kesimpulannya memang ada perbedaan pembayaran parkir 1 jam dengan 2 atau 3 jam.

Penambahan biaya parkir dalam waktu satu hari di RSUP Sanglah maksimal paling tinggi untuk motor Rp 6 ribu dan mobil Rp 10 ribu.

"Itu bukan semata-mata untuk menambah pemasukan. Dan setelah banyak sekali orang-orang nitip motor bahkan ada kejadian nitip motor berbulan-bulan dengan kondisi parkir seperti ini, dibuatlah kebijakan tersebut agar ada masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan parkir mendapatkan parkir," tambahnya.

Dewa juga menuturkan, setelah banyak yang mengeluhkan terkait parkir di RSUP Sanglah, pihaknya membuat beberapa kebijakan baru yakni membuat lahan sementara untuk parkir motor di Gedung Ibu dan Anak.

Selain itu pada Gedung Ratna akan dijadikan gedung parkir bertingkat lantai 4 berkapasitas 250 kendaraan mobil dan motor. (*)

Artikel lainnya d Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved