Pawai Ogoh Ogoh di Denpasar

BREAKING NEWS: Pawai Ogoh-ogoh di Denpasar Diizinkan, Penonton Cukup di Depan Rumah Saja

BREAKING NEWS: Pawai Ogoh-ogoh di Denpasar Diizinkan, Penonton Cukup di Depan Rumah Saja

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Humas Polda Bali
Kemeriahan pawai ogoh-ogoh, Rabu 6 Maret 2019. BREAKING NEWS: Pawai Ogoh-ogoh di Denpasar Diizinkan, Penonton Cukup di Depan Rumah Saja 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - BREAKING NEWS: Pawai Ogoh-ogoh di Denpasar Diizinkan, Penonton Cukup di Depan Rumah Saja.

Setelah melakukan rapat beberapa kali, akhirnya pawai ogoh-ogoh saat pangerupukan Nyepi saka 1944 di Kota Denpasar resmi diizinkan.

Akan tetapi ada beberapa persyaratan yang harus diikuti oleh peserta pawai termasuk penonton.

Hal ini merupakan hasil keputusan Forkompinda bersama dengan MDA, Bendesa, dan perwakilan Yowana di Kota Denpasar pada Senin 21 Februari 2022 di Kantor Wali Kota Denpasar.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, dalam proses pawai ogoh-ogoh pelaksanaannya hanya dilakukan di wilayah banjar adat dengan peserta maksimal 25 orang.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pemkot Denpasar Putuskan 2 Hal Terkait Rangkaian Nyepi

Selain itu, banjar yang akan melaksanakan pawai ogoh-ogoh wajib melaporkan ogoh-ogohnya.

Pemkot Denpasar harus sudah menerima datanya Jumat 25 Februari 2022.

“Saya minta data berapa ogoh-ogoh yang ikut nyomya dan akan kami petakan dan jadikan pegangan,” kata Agus.

Ia mengatakan, jika tidak melapor pada batas waktu yang ditentukan, maka pihaknya dengan tegas akan melarang.

“Kami minta Jumat ini sudah ada datanya. Kalau ada yang ikut nyomya tapi tidak melaporkan.

Maka kami bersama TNI Polri akan menindak tegas dan melarang mereka,” katanya.

Jangan sampai setelah diberikan kesempatan melakukan pawai muncul hal-hal yang tidak diinginkan.

Peserta yang akan melakukan pawai ogoh-ogoh berjumlah 25 orang wajib sudah divaksin hingga dosis kedua.

Penonton juga tidak diperbolehkan ikut mengikuti ogoh-ogoh tersebut keliling banjar.

“Ogoh-ogoh tetap keliling banjar, penonton cukup diam di depan rumah, tidak usah diikuti ogoh-ogohnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pemkot Denpasar Putuskan 2 Hal Terkait Rangkaian Nyepi

Apalagi nanti kalau antar perbatasan banjar ogoh-ogohnya saling bertemu tentu akan berpotensi menimbulkan permasalahan,” katanya.

Dalam hal pengawasan dan monitoring, Satgas Covid-19 dari tingkat dusun/banjar hingga kecamatan akan bersinergi dengan pecalang.

Sementara itu, Ketua MDA Kota Denpasar AA Ketut Sudiana mengatakan, pihaknya akan membuat surat keputusan dari hasil rapat tersebut.

Terkait dengan penilaian lomba ogoh-ogoh, penilaian akan dilakukan di masing-masing banjar tanpa pawai.

“Untuk penilaian langsung ke banjar masing-masing. Tidak ada pawai saat penilaian,” katanya.

Untuk penilaian ini akan dibagi selama empat hari sesuai dengan kecamatan di Kota Denpasar.

Kamis 24 Februari 2022, akan dilakukan penilaian untuk ST di wilayah Kecamatan Denpasar Utara.

Jumat 25 Februari 2022, penilaian dilakukan untuk ST di wilayah Kecamatan Denpasar Timur.

Sabtu 26 Februari 2022, penilaian dilakukan untuk ST di Kecamatan Denpasar Selatan.

Terakhir, pada Minggu 27 Februari 2022 penilaian dilakukan untuk ST di Kecamatan Denpasar Barat.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved