Berita Nasional

SIAP-SIAP, Pemerintah Akan Menjual BUMN yang Berpendapatan Kurang dari Rp 50 Miliar

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melalui akun twitter resminya sempat mengunggah video singkat pada Minggu (20/2/2022).

Istimewa
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. SIAP-SIAP, Kementerian BUMN Akan Menjual BUMN yang Berpendapatan Kurang dari Rp 50 Miliar 

TRIBUN-BALI.COM - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menjual BUMN-BUMN yang ber pendapatan mini kepada pihak swasta ataupun UMKM.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, saat ini Kementerian BUMN tengah mengidentifikasi BUMN-BUMN mana saja yang hendak dijual.

“Sedang kami inventarisir, skema dan mekanismenya juga sedang disusun,” ujar Arya kepada Kontan.co.id Selasa(22/2/2022).

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir melalui akun twitter resminya sempat mengunggah video singkat pada Minggu (20/2/2022).

Baca juga: Sidang Dugaan Korupsi Penyimpangan KUR di Bank BUMN Kota Denpasar, Riza Ajukan Keberatan

Dalam video berdurasi 1 menit 17 detik itu, Erick Thohir menyampaikan bahwa dirinya ingin BUMN bisa memberi kontribusi yang semakin besar kepada negara.

Selain itu, ia juga menginginkan agar jumlah BUMN semakin kecil, namun memiliki ‘footprint’ yang semakin besar.

“Yang ketiga, peran daripada pelayanan BUMN kepada masyarakat juga tetap maksimal.

Tentu ini semua ada KPI-nya,” imbuh Erick dalam video singkat yang diunggah melalui akun resminya Minggu (20/2/2022).

Arya menyebutkan, BUMN yang akan dijual merupakan BUMN-BUMN ber pendapatan Rp 50 miliar atau di bawah itu.

Arya belum mengungkap kapan rencana penjualan BUMN ber pendapatan mini bakal direalisasi.

“Nanti kita lihat setelah proses identifikasi,” tutur Arya.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi VI DPR, Achmad Baidowi menilai bahwa BUMN-BUMN ber pendapatan mini sebaiknya dijadikan sebagai cucu perusahaan dari BUMN-BUMN besar.

“Kalau pendapatannya di bawah Rp 50 miliar itu bisa dijadikan cucu BUMN, kan bisa, karena ini menyangkut juga nasib orang,” tutur Achmad.

Selain itu, Achmad juga menyampaikan penjualan BUMN memerlukan persetujuan dari pihak DPR.

Baca juga: Kerugian Negara Rp 3,1 Miliar, Kejari Denpasar Tahan Tersangka Korupsi KUR Bank BUMN

Achmad tidak merinci apa langkah Komisi VI ke depan untuk dalam menindaklanjuti rencana Menteri BUMN tersebut.(*)

Artikel lainnya di Berita Nasional

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved