Serba Serbi

Pura Besakih dan 7 Pura Pelindung Penjuru Mata Angin di Bali

Ada beberapa jenis pura yang dikenal di Bali, salah satunya pura yang ada di masing-masing rumah bernama merajan atau sanggah. 

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali / Rizal Fanany
Gunung Agung terlihat tertutup awan tebal dari Pura Lempuyang,Karangasem, Bali, Selasa (26/9/2017). Hingga kini status Gunung Agung masih Awas atau Level lV. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali memang dijuluki sebagai Pulau Seribu Pura, karena memiliki pura yang tersebar hampir di semua penjuru dan wilayah hingga pelosok.

Ada beberapa jenis pura yang dikenal di Bali, salah satunya pura yang ada di masing-masing rumah bernama merajan atau sanggah. 

Ada pula pura kahyangan umum, yang ada di setiap desa adat.

Seperti pura desa atau bale agung untuk memuja Dewa Brahma, sebagai sang pencipta.

Pura puseh atau penataran, untuk memuja Dewa Wisnu sebagai sang pemelihara.

Baca juga: Puncak Karya Agung di Pura Penataran Sasih Pejeng Gianyar, Cok Pemayun Mohon Doa Seluruh Umat

Baca juga: Ditangkap Saat Menempel Ekstasi di Jalan Pura Demak, Yogi Terancam 20 Tahun Penjara

Baca juga: Dimulai 18 Februari 2022, Berikut Aturan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih Karangasem

Dan pura dalem, yang dikenal sebagai tempat berstana ya Dewa Siwa serta Dewi Durga, yang bertugas sebagai pamralina (pelebur). 

Pura atau pura kahyangan, adalah tempat memuja Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasiNya atau prabhawana beliau.

Sesuai dengan letak dan fungsinya masing-masing, yang sering terdapat di berbagai lokasi atau tempat.

Salah satunya adalah pura kahyangan jagat, yang berada di seluruh penjuru mata angin di Bali. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved