Berita Denpasar

Bali Akan Alami Fenomena Hari Tanpa Bayangan Selama 3 Hari, Berikut Ini Waktunya 

Wilayah Bali bakal mengalami Hari Tanpa Bayangan saat titik Kulminasi Utama Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Karsiani Putri
YOUNG.SCOT
Ilustrasi- Bayangan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wilayah Bali bakal mengalami Hari Tanpa Bayangan saat titik Kulminasi Utama Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit selama tiga hari pada Sabtu 26 Februari 2022 esok hingga 28 Februari 2022 di beberapa daerah.

Koordinator Bidang Observasi BBMKG (Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Wilayah III Denpasar, Dwi Hartanto menjelaskan waktu fenomena Hari Tanpa Bayangan berbeda-beda di 9 kabupaten/kota di Bali.

Di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Hari Tanpa Bayangan terjadi pada 26 Februari 2022 pukul 12.32 Wita.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG 25 Februari 2022, Potensi Hujan Ringan - Sedang Terjadi di Wilayah Bali

Baca juga: Besok Bali Alami Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Siap-siap Warga Denpasar dan Gianyar, Tabanan

Untuk wilayah di Gianyar, Tabanan, Jembrana, Klungkung, Bangli, dan Karangasem Hari Tanpa Bayangan terjadi pada 27 Februari 2022  antara pukul 12.30 Wita - 12.34 Wita.

Dan untuk Buleleng kebagian Hari Tanpa Bayangan pada 28 Februari 2022 pukul 12.32 Wita.

"Kulminasi atau transit atau istiwa adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit," kata Dwi kepada 

Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, kata Dwi itulah fenomena yang disebut sebagai Kulminasi Utama. 

Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit sehingga berakibat bayangan benda tegak akan terlihat 'menghilang' sekitar 30 detik sesudah dan sebelum waktu puncak di masing-masing wilayah.

"Karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai Hari Tanpa Bayangan," kata Dwi.

Lebih lanjut, Dwi menyampaikan, Hari Tanpa Bayangan bisa terjadi karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.

"Sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 Lintang Utara sampai dengan 23,5 Lintang Selatan, hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari," beber dia.

Pada tahun ini, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2022 pukul 22.33 WIB dan 23 September 2022 pukul 08.04 WIB.

Adapun pada 21 Juni 2022 pukul 16.14 WIB, matahari berada di titik balik utara dan pada 22 Desember 2022 pukul 04.48 WIB matahari berada di titik balik selatan. 

Dwi menambahkan, mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa.

Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi matahari sama dengan lintang kota tersebut, selain di Bali, di Jakarta Pusat, fenomena ini terjadi pada 5 Maret 2022, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 9 Oktober 2022, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB. 

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca & Gelombang Tinggi di Wilayah Bali Pada 21-23 Februari 2022

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG 25 Februari 2022, Potensi Hujan Ringan - Sedang Terjadi di Wilayah Bali

Baca juga: DAFTAR MAKANAN yang Baik Dikonsumsi Penderita Sakit Ginjal, Ada Kol dan Anggur Merah

"Secara umum kulminasi utama tahun 2022 di Indonesia terjadi antara 21 Februari 2022 di Ba'a Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 5 April 2022 di Sabang, Aceh dan 7 September 2022 di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober 2022 di Ba'a, Nusa Tenggara Timur," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved