Berita Bali

Ditangkap Seusai Menempel Narkoba di Denpasar, Teguh Pasrah Divonis 10 Tahun Penjara

Teguh Santoso (42) pasrah menerima divonis pidana penjara selama sepuluh tahun.

Net
Ilustrasi - Ditangkap seusai menempel narkoba di Denpasar, Teguh pasrah divonis 10 tahun penjara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Teguh Santoso (42) pasrah menerima divonis pidana penjara selama sepuluh tahun.

Ia pun harus kembali merasakan pengapnya sel penjara setelah ditangkap pihak kepolisian, karena kembali terlibat menjadi pengedar narkoba.

Diketahui, Teguh ditangkap oleh petugas kepolisian usai menempel beberapa paket ekstasi. Pula, saat proses penangkapan terdakwa sempat berusaha melarikan diri namun gagal. 

"Majelis hakim menjatuhkan vonis sepuluh tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider enam bulan penjara kepada terdakwa Teguh," terang Desi Purnani Adam selaku penasihat hukum terdakwa saat dikonfirmasi, Jumat, 25 Februari 2022.

Terhadap putusan itu, kata Desi Purnani Adam, kliennya tersebut hanya bisa pasrah menerima vonis dari majelis hakim.

Baca juga: Ditangkap Saat Menempel Ekstasi di Jalan Pura Demak, Yogi Terancam 20 Tahun Penjara

"Terdakwa langsung menerima," ucap pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini. 

Hal senada juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanggapi vonis yang dijatuhkan majelis hakim.

Sebelumnya JPU melayangkan tuntutan pidana penjara selama sebelas tahun kepada terdakwa asal Malang, Jawa Timur tersebut. 

Sementara itu majelis hakim dalam amar putusan menyatakan, bahwa terdakwa Teguh telah bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotik golongan I, yang beratnya 5 gram. Oleh karena itu terdakwa dijerat Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 

Pula dalam amar putusan, kata Desi Purnani Adam ada hal memberatkan dan meringankan yang digunakan majelis hakim sebagai pertimbangan menjatuhkan putusan.

Hal memberatkan disebutkan, perbuatan terdakwa telah menentang program pemerintah dalam memerangi penyalahgunaan narkotik dan psikotropika.

Baca juga: Terbukti Edarkan Sabu dan Ekstasi, Arum Setyono & Komang Rudi Menerima Divonis 8 Tahun Penjara

"Terdakwa pernah dipidana sebagaimana Putusan No. 118/Pid.Sus/2015/PN DPS, tanggal 25 Maret 2015 dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda sebesar Rp800 juta subsider pidana penjara selama tiga bulan," paparnya. Sedangkan hal meringankan, terdakwa kooperatif dalam mengikuti proses persidangan.

Seperti dibeberkan dalam surat dakwaan JPU, terdakwa Teguh ditangkap oleh petugas kepolisian dari Polresta Denpasar di Jalan Pulau Bungin, Pemogan, Denpasar Selatan, Selasa, 5 Oktober 2021, sekira pukul 04.00 Wita. 

Terlibatnya terdakwa dalam peredaran narkotik berawal saat diperintah oleh JK (DPO) mengambil contoh ekstasi di sekitar Jalan Jaya Giri, Denpasar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved