Berita Gianyar

Sempat Hilang, Dadong Sami Ditemukan Tewas di Terowongan Air Subak Gede Buahan Gianyar

Sempat Hilang, Dadong Sami Ditemukan Tewas di Saluran Air Subak Gede Buahan Gianyar

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
Masyarakat saat mengevakuasi jasad Dadong Sami yang ditemukan tewas di terowongan air Subak Gede Buahan, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu 26 Februari 2022 kemarin. Sempat Hilang, Dadong Sami Ditemukan Tewas di Terowongan Air Subak Gede Buahan Gianyar 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sempat Hilang, Dadong Sami Ditemukan Tewas di Terowongan Air Subak Gede Buahan Gianyar.

Ni Ketut Sami, seorang nenek (dadong) berusia 80 tahun asal Banjar Majangan, Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar sempat, Bali, dinyatakan hilang oleh keluarganya, Selasa 22 Februari 2022.

Pada akhirnya ia pun ditemukan di sebuah terowongan air Subak Gede Buahan, Sabtu 26 Februari kemarin, sekitar pukul 09.30 Wita.

Namun saat itu ia ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Pihak keluarga telah menerima hal ini sebagai musibah, sehingga tak melakukan penuntutan pada pihak manapun.

Baca juga: Sempat ke Warung Bayar Utang, Ibu Muda Ditemukan Tewas Mengakhiri Hidup di Payangan Gianyar

Informasi dihimpun Tribun Bali, Minggu 27 Februari 2022, penemuan jasad korban ini pertama kali ditemukan oleh warga, yang saat itu memang sedang mencari keberadaan Dadong Sami.

Mereka melakukan penelusuran di terowongan, karena dekat dengan aktivitas Dadong Sami semasa hidupnya.

Saat ditemukan, warga langsung mengevakuasi, dan melakukan ritual ngeplugin di lokasi ditemukan, selanjutnya dibawa ke rumahnya di Banjar Majangan.

Atas temuan itu, Tim Medis dari Puskesmas Payangan yang disaksikan langsung Kanit Reskrim Polsek Payangan melakukan visum.

Kanit Reskrim Polsek Payangan IPDA I Gede Ardika Pramarta mengatakan, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan pada jasad korban.

Kata dia, korban berada di sana diduga terpeleset saat beraktivitas di atas jurang yang aliran airnya mengarah ke terowongan, dan saat jatuh ia mengalami benturan dan hanyut terbawa air.

“Ini faktor korban memang sudah uzur, sehingga tidak kuat melawan arus air,” ujarnya.

Dokter Fandi dari puskesmas setempat yang melakukan pemeriksaan korban juga mengungkapkan hal yang sama, ada lecet dan bekas benturan akibat terjatuh.

“Tidak ada tanda bekas kekerasan,” ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved