25 Warga Bali Telantar di Turki

BREAKING NEWS: Beredar Video Diduga 25 Warga Bali Terkatung-katung di Turki, Minta Dipulangkan

Beredar video memperlihatkan 25 warga Bali yang terkatung-katung di Turki seperti gelandangan.

Istimewa
Kondisi 25 warga Bali yang berada di emperan toko di Turki, meminta dipulangkan ke Bali. BREAKING NEWS: Beredar Video Diduga 25 Warga Bali Terkatung-katung di Turki, Minta Dipulangkan 

TRIBUN-BALI.COM – BREAKING NEWS: Beredar Video Diduga 25 Warga Bali Terkatung-katung di Turki, Minta Dipulangkan.

Beredar video memperlihatkan 25 warga Bali yang terkatung-katung di Turki seperti gelandangan.

Dalam video tersebut, memperlihatkan bagaimana kondisi tempat tinggal dari 25 warga Bali yang berada di Turki tersebut.

Pada video pertama yang diterima Tribun-Bali.com, Rabu 9 Maret 2022, memperlihatkan tempat yang kecil tak cukup untuk ditinggali 25 orang.

Seorang yang merekam video tersebut berjalan memperlihatkan bagaimana kecilnya ruangan tersebut.

Baca juga: Usai Karantina, 26 PMI Bali dari Ukraina Akan Tiba di Bandara Ngurah Rai Senin Malam Ini

Tempat tersebut diketahui memiliki dua ruangan yang berbentuk persegi panjang.

Di kamar pertama, terdapat dua orang, dimana satu orangnya tertidur menggunakan selimut.

Mereka mengaku tidak bisa tidur lantaran berdesak-desakan akibat kecilnya ruangan yang ditempati.

Bahkan, salah seorang dalam video tersebut pun mengalah, memberikan kesempatan tidur bagi mereka yang bekerja pagi keesokan harinya.

“Kondisi seperti ini, teman saya yang kerja pagi, belum tidur, tidur sempit-sempitan,” tutur perekam video tersebut.

Kemudian perekam video tersebut berjalan meninggalkan kamar melewati lorong yang sisi kirinya telah dipenuhi sebuah lemari besar yang di atasnya terdapat dua rice cooker .

Bahkan, di sisi kanannya pun terlihat telah dipenuhi koper milik sebagian dari 25 warga Bali tersebut.

Setelah menghidupkan lampu, di atas kasur di kamar kedua, terlihat tiga orang warga tengah tidur.

Posisi tidur mereka pun sengaja divertikalkan agar kasur tersebut muat untuk ditiduri.

Baju-baju tergantung di sisi tembok, di samping kasur terdapat tumpukan koper, hampir tidak ada ruang bebas untuk bergerak.

Baca juga: Turki Siap Jadi Tempat Mediasi Rusia dan Ukraina, Kremlin Minta Ukraina Penuhi Tuntutan

Lebih lanjut, dalam video tersebut sedikit memiliki jendela, sehingga cahaya yang masuk hanya bergantung dari lampu listrik.

Kemudian, terdapat satu kamar mandi kecil dalam video tersebut.

Terlebih, mereka harus bergilir menggunakan kamar mandi yang kondisinya cukup kotor.

Ada satu closet dan wastafel di dalam kamar mandi tersebut.

Handuk-handuk pun bergantungan di dekat shower.

Minta Dipulangkan

Dalam video kedua, memperlihatkan sejumlah warga Bali yang berada di emperan toko di Turki.

Warga Bali tersebut terlihat marah dan meminta pertanggungjawaban dari pemerintah.

Di video tersebut pun mereka hanya minta dipulangkan ke Bali.

Bhkan salah satu dari mereka mengatakan tidak perlu diberikan uang bekal, cukup tiket pulang saja.

Baca juga: Lima PMI Asal Karangasem yang Bekerja di Ukraina Kembali ke Kampung Halaman

“Gimana ini bli? Kita seperti gelandangan tidak diurusi,” ujar perekam video tersebut.

“Dimana pertanggujawabannya ini? Kita cuma minta pulang aja ke Bali, dibayarin tiket aja.

Jangan dah diberikan uang bekal untuk pulang, yang penting kami pulang,” balas salah seorang warga dalam video tersebut.

Tanggapan Kepala UPT BP2MI Terkait 25 Warga Bali Terkatung-katung di Turki

Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Denpasar Wiam Satryawan menegaskan sejumlah 25 orang asal Bali yang mulanya diduga sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) masih berstatus sebagai turis.

Ia pun mengatakan 25 orang tersebut informasinya merupakan warga Bali.

"Informasinya begitu (orang Bali) jumlahnya 25 orang. Ini sebetulnya prosedur awalnya mengarah ke perorangan.

Jadi bukan agency, bukan PT, LPK, jadi perorangan. Jadi ini sudah jelas pelanggaran hukumnya.

Jadi seperti calo atau sponsor," ungkapnya pada Rabu 9 Maret 2022.

Lebih lanjut ia menerangkan, sebetulnya untuk kasus pemberangkatan seperti ini tidak ada landasan hukumnya sama sekali, karena betul-betul non prosedural.

Baca juga: Puluhan PMI Bali yang Bekerja di Ukraina Tiba di Indonesia, Saat Ini Jalani Karantina di Jakarta

Sementara itu tuntutan 25 orang ini hanya dipulangkan dan yang bisa memulangkan adalah orang yang memberangkatkan mereka.

"Sebetulnya kasusnya karena ranahnya di luar negeri dan kita memiliki perpanjangan tangan di luar negeri seperti KBRI seharusnya diurus di sana dulu.

Yang penting melindungi mereka dulu di sana. Kalau masalah pemulangan dan lain-lain belakangan saja, yang penting mereka aman di sana.

Saya sudah bersurat ke pusat terkait ini. Jadi wewenang untuk berhubungan ke menteri, pusat bukan saya," tambahnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved