Konflik Rusia vs Ukraina

Rusia Umumkan Gencatan Senjata Akhiri Invasi, AS Sebut Ukraina Punya Skenario Jika Presidennya Tewas

Pemerintah Rusia mengumumkan gencatan senjata untuk “operasi militer khusus” terhadap Ukraina.

Aris Messinis / AFP
Seorang prajurit Ukraina menggendong seorang anak sambil membantu orang-orang menyeberangi jembatan yang hancur saat mereka mengevakuasi kota Irpin, barat laut Kyiv, selama pengeboman dan pengeboman besar-besaran pada 5 Maret 2022, 10 hari setelah Rusia melancarkan serangan militer ke Ukraina. 

TRIBUN-BALI.COM – Pemerintah Rusia mengumumkan gencatan senjata untuk “operasi militer khusus” terhadap Ukraina.

Pengumuman gencatan senjata tersebut disiarkan pada Selasa, 8 Maret 2022 malam waktu setempat.

Adapun keputusan tersebut diambil guna mengevakuasi penduduk sipil Ukraina.

"Mulai pukul 11.00 Waktu Moskwa (07.00 GMT) pada 9 Maret 2022, Federasi Rusia menyatakan 'rezim diam' dan siap untuk menyediakan koridor kemanusiaan," kata Sel Kementerian Pertahanan Rusia yang bertanggung jawab atas operasi kemanusiaan di Ukraina pada Selasa, 8 Maret 2022, lapor kantor berita Rusia.

Lebih Lanjut, Sel Kementerian Pertahanan Rusia menyebut jika pihak Moskow telah mengusulkan untuk menyetujui rute dan waktu kemanuiasan dengan Ukraiana sebelum pukul 03.00 Waktu setempat pada 9 Maret.

Dilansir Tribun-Bali.com dari AFP via Tribunnews.com pada Rabu, 9 Maret 2022, evakuasi warga sipil sebelumnya memang sudah terjadi Selasa pagi di kota Sumy.

Baca juga: Amerika Serikat Ungkap Rusia Bakal Rekrut Warga Suriah untuk Perang di Ukraina

Baca juga: Berikut Pesan Khusus Vladimir Putin untuk Para Wanita Tentara Rusia yang Menginvasi Ukraina

Evakuasi juga dilakukan di ibu kota Kyiv.

Namun, upaya evakuasi dari kota pelabuhan Mariupol telah gagal.

Baik Ukraina ataupun Moskow menyalahkan masing-masing kegagalan tersebut.

Baca juga: Amerika Serikat Ungkap Rusia Bakal Rekrut Warga Suriah untuk Perang di Ukraina

Sebelumnya gencatan senjata untuk evakuasi sempat terjadi pekan lalu, setelah kedua negara bernegosiasi di perbatasan Belarusia.

Namun dalam berapa jam saja gencatan senjata itu juga dilanggar.

Rusia Dituding Rekrut Warga Suriah Jadi Tentara Bayaran di Ukraina

Rusia berusaha merekrut warga Suriah untuk berperang di Ukraina guna mendukung invasi Moskow, sebut seorang pejabat senior di Kementerian Pertahanan Amerika Serikat.

Dia tidak menjelaskan berapa banyak warga Suriah yang ingin direkrut Rusia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved