Sponsored Content

Tim Yustisi Denpasar Jaring 25 Orang Pelanggar Prokes di Jalan Wibisana Barat

Tim Yustisi Denpasar Jaring 25 Orang Pelanggar Prokes di Jalan Wibisana Barat

Editor: Irma Budiarti
Pemkot Denpasar
Tim Yustisi Denpasar terus menggencarkan giat pemantauan dan penertiban penerapan disiplin serta penegakan protokol kesehatan di Jalan Wibisana Barat, Banjar Semilajati, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali, Selasa 8 Maret 2022 pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim Yustisi Denpasar Jaring 25 Orang Pelanggar Prokes di Jalan Wibisana Barat.

Tim Yustisi Denpasar terus menggencarkan giat pemantauan dan penertiban penerapan disiplin serta penegakan protokol kesehatan.

Kegiatan dalam rangka Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Denpasar kali ini menyasar wilayah Desa Pemecutan Kaja.

Tepatnya di Jalan Wibisana Barat, Banjar Semilajati, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali, Selasa 8 Maret 2022 pagi.

Kasatpol PP Denpasar AAN Bawa Nendra mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan guna mengoptimalkan penerapan PPKM Level 3 di Kota Denpasar.

Baca juga: Gencarkan Penerapan Prokes, Tim Yustisi Denpasar Jaring 10 Pelanggar Prokes di Kelurahan Tonja

Lebih lanjut dikatakannya, penertiban kali ini dilaksanakan di Jalan Wibisana Barat.

Dengan menyasar masyarakat yang melintas dan melanggar aturan, serta belum menaati prokes.

“Selama pemantauan kami telah menjaring sebanyak 25 orang pelanggar prokes.

Dua orang diantaranya tidak menggunakan masker sehingga kami kenakan sanksi denda administrasi.

Untuk 23 orang pelanggar lainnya yang menggunakan masker dengan tidak benar, kami berikan edukasi.

Terkait penggunaan sarana prokes dan sanksi fisik berupa push up, sehingga tidak mengulangi kesalahannya kembali,” ujarnya.

"Kami berharap kepada masyarakat agar selalu taat dan wajib menggunakan masker serta sarana prokes lainnya.

Baik saat bepergian atau beraktivitas di luar rumah sehingga dapat meminimalisir angka penularan  virus Covid-19.

Terlebih saat ini kasus penyebaran virus di Kota Denpasar telah memasuki zonasi tahap PPKM  level 3.

Sehingga ke depannya tidak ada lagi kenaikan level dan  penyebaran kasus Covid-19 dapat terkendali.

Walaupun kasus sudah menurun, protokol kesehatan wajib diterapkan,” pungkas Bawa Nendra.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved