Berita Bali

19 Pesawat dari Luar Negeri Bakal Kembali Mendarat di Bali Setelah Adanya Pembebasan Karantina PPLN

Jika satu pesawat membawa ratusan penumpang atau wisman yang berlibur, maka bisa dipastikan destinasi wisata yang ada akan menggeliat kembali.

Istimewa
Ketua PHRI Badung I Gst Rai Suryawijaya. 19 Pesawat dari Luar Negeri Bakal Kembali Mendarat di Bali Setelah Adanya Pembebasan Karantina PPLN 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Setelah adanya pembebasan karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) baik Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) dari sejumlah negara ke Bali membuat penerbangan dengan tujuan Bali semakin meningkat.

Bahkan akan ada 19 Airline atau pesawat dari luar negeri yang mendarat ke Bali.

Jika satu pesawat membawa ratusan penumpang atau wisman yang berlibur, maka bisa dipastikan destinasi wisata yang ada akan menggeliat kembali.

Hal itu pun dikatakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya saat dikonfirmasi Kamis 10 Maret 2022.

Baca juga: Sambut Kebijakan Bebas Karantina, Dewan Bali Usul Visa on Arrival Dipermudah dan Biayanya Murah

"Tentu dengan adanya pembebasan karantina banyak wisatawan yang akan datang. Airline juga sebelumnya 3, bertambah menjadi 11. Namun kini akan datang 19 Airline," ujar Suryawijaya.

Dijelaskan jika 19 pesawat dari luar negeri mengajak wisatawan sebanyak 250 orang, maka jumlah kunjungan wisatawan juga meningkat mencapai 4.700 orang yang mengunjungi Bali.

Semua itu pun belum tercatat kunjungan wisatawan domestik.

"Semua ini tentu akan bertambah. Jadi semua airline ini dari negara yang ada di seluruh dunia yang ada," ucapnya sembari mengatakan Turki, Qatar dan yang lain yang akan mendarat ke Bali.

Pihaknya tidak memungkiri jika saat ini jumlah kunjungan wisman masih diangka ratusan.

Kendati demikian semua ini masih dalam proses awal, sehingga ke depan dipastikan tingkat kunjungan sesuai dengan yang diharapkan.

"Bertahap, pasti akan bertambah. Kita lihat juga tren kasusnya, semoga kasus semakin membaik. Jadi ini merupakan angin segar bagi pariwisata Bali," tegasnya.

Disinggung bagaimana tanggapan beberapa manajemen  hotel terkait kebijakan peniadaan karantina, pihaknya mengaku sangat mengapresiasi.

Bahkan wisatawan yang datang, wajib menginap di hotel yang memiliki sertifikat Clean Health, Safety, Environment (CHSE), sehingga kasus covid-19 bisa terkontrol.

"Jadi saat tiba di Bali tetap dilakukan Swab PCR dan hasilnya akan diberikan di hotel. Saat hasilnya negatif maka boleh bepergian ke destinasi yang ada. Begitu sebaliknya jika positif maka akan dilakukan isolasi di tempat wisatawan menginap," tegasnya.Sejauh ini, satgas covid-19 akan terus berkoordinasi dengan manajemen hotel, begitu sebaliknya. Sehingga jika ada kasus positif bisa ditangani dengan baik.

Baca juga: Tim Kemenko Marves dan Parekraf RI Pantau Pelaksanaan Kebijakan Bebas Karantina dan VoA

"Makanya hotel harus memiliki sertifikat CHSE. Dalam penerimaan wisman, manajemen tetap melakukan penandatanganan integritas dengan memberikan pelayanan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu wisatawan juga menaati aturan tersebut, seperti jika positif harus isolasi dan tidak boleh keluar kamar," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, pemberlakukan bebas karantina bagi PPLN bagi WNI dan WNA dari sejumlah negara ke Bali disebut-sebut sangat menguntungkan pariwisata di Bali.

Pasalnya jumlah kunjungan wisatawan akan semakin meningkat, dan tentu akan mempengaruhi tingkat hunian hotel. (*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved