Music Zone
Persembahan Untuk Sang Istri, NoizeKilla Luncurkan Single "Shuckleford" Song
Persembahan Untuk Sang Istri NoizeKilla Luncurkan Single "Shuckleford Song"Persembahan Untuk Sang Istri NoizeKilla Luncurkan Single "Shuckleford Son
Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bhismo KunoKini melalui proyek solonya, NoizeKilla telah meluncurkan single perdana bertajuk "Shuckleford Song". Dibawah naungan label rekaman demajors bekerja sama dengan Dansa Dansa Manajemen, single tersebut telah mengudara di seluruh platform musik digital macam Spotify, Apple Music, Joox, Resso, YouTube Music dan Deezer bertepatan dengan perayaaan hari kasih sayang, 14 Pebruari 2022.
"Shuckleford Song" merupakan karya personal bagi Bhismo. Sebuah karya yang diciptakannya khusus untuk sang istri, karena memiliki nama keluarga Shuckleford. Memakai lirik berbahasa Inggris, "Shuckleford Song" mengisahkan perjalanan romantisme Bhismo sejak pertemuan pertamanya hingga akhirnya mantap berumah tangga.
"Banyak perbedaan antara sepasang suami istri – perbedaan agama, suku, dan ras – segala perbedaan yang menjadi alasan terbesar untuk membalut kisah ini menjadi sebuah karya cipta," ungkap Bhismo.
Guna memperkuat pesan dari lagu itu, dipadukan secara visual. NoizeKilla mengarahkan produksi artwork, di mana model artwork tersebut merupakan sang istri. Pemotretan dan lukisan tubuh yang dikerjakan oleh Gabriela Dapena sebagai bagian dari kerjasama Khe! Entertainment dan The Produksi.
"Tim ini berusaha maksimal mempresentasikan kekuatan dan keindahan melalui perpaduan estetik. Hitam mewakili warna kulit dan asal istri saya, yaitu berdarah campuran Indonesia dan Jamaika. Sementara emas menukas keberuntungan, kemewahan dan keseimbangan dalam menjaga hubungan," papar Bhismo.
Dari sisi musilakitas, NoizeKilla adalah identitas musik baru. Hasil eksplorasi ragam warna musik yang selama ini berada di luar pakem kebiasaan yang digugus Bhismo bersama bandnya, KunoKini. NoizeKilla mendeskripsikan musiknya sebagai IndoBeatPop, sebuah persembahan bunyi Nusantara kepada pasar global.
"Saya tidak ingin bermain aman di dalam kotak yang sudah ada, ingin lebih unik namun mudah dicerna dan memberikan pengalaman berbeda kepada pendengan musik,” ungkapnya.
Baca juga: Sebelumnya Pingsan Saat Diwawancara Wartawan, Keluarga Histeris Saat Upacara Guru Piduka di Ungasan
Baca juga: PLAYMAKER BALI UNITED Harus Absen Kontra Arema FC, Serdadu Tridatu Terancam Dikudeta Persib
Baca juga: Eber Bessa Absen, Teco Ungkap Situasi Tim Bali United Jelang Lawan Arema FC
Tersebut rumusan frekuensi yang digadang melalui musik NoizeKilla secara spesifik.
Frekuensi ini biasa disebut sebagai natural tuning, pure tuning atau sound healing. Dimana nada musik dimainkan pada frekuensi 432hz, A=432hz bukan di standar internasional A=440hz. Karena frekukensi 432hz ini secara tidak sadar tersambung dengan getaran otak manusia, bunyi Ohm-nya Bumi, Fibonacci sequence Golden ratio, 3-6-9 Simbolism.
Numerologi Tesla (Code). Otomatis tercipta rasa nyaman di telinga dan sekaligus
memberikan getaran baik ke dalam tubuh pendengar. "Saya berharap lagu "Shuckleford Song" menjadi pemicu baru perayaan cinta para pendengar musik di manapun mereka berada," cetus Bhismo.
Nama NoizeKilla sendiri terinspirasi dari suara magis tiupan Saluang yaitu alat musik tradisional asli Minangkabau, Sumatera Barat. Nama ini adalah penggabungan dari dua kata, Noize (suara) dan Killa (membunuh/dalam hal ini mengheningkan), yang diartikan sebagai kemampuan untuk menghilangkan kebisingan dengan membawa kedamaian.
NoizeKilla berdomisili di Bali dan pasar global menjadi fokus karier dengan mempersiapkan album penuh yang akan dirilis tahun ini. Kian menarik, NoizeKilla diperkuat oleh JoyFullSound. Band yang diawaki gitaris Juan Bautista Jordan Quiroz (Venezuela), kibordis Dominggus Kia Beda (Flores, Indonesia), penabuh drum Micah Johnston (Kanada), serta additional player bass, Hendro Tri Septiando (Sumatra, Indonesia). CAN
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mmm-m-nbb.jpg)