Berita Bali

Terlibat Jual Beli Sabu dan Ekstasi, Agung Katoi Mohon Keringanan Pasca Dituntut 8,5 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melayangkan tuntutan pidana penjara selama 8 tahun dan enam bulan (8,5 tahun) kepada terdakwa Agung Katoi (26).

Shutterstock
Ilustrasi sabu - Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melayangkan tuntutan pidana penjara selama 8 tahun dan enam bulan (8,5 tahun) kepada terdakwa Agung Katoi (26). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melayangkan tuntutan pidana penjara selama 8 tahun dan enam bulan (8,5 tahun) kepada terdakwa Agung Katoi (26).

Terdakwa yang berprofesi sebagai Disk Jokey (DJ) ini dituntut pidana karena diduga terlibat jual beli narkotik jenis sabu dan ekstasi.

Terhadap tuntutan jaksa, terdakwa melalui tim penasihat hukumnya pun memohon keringanan hukuman. 

Permohon itu disampaikannya dalam nota pembelaan yang telah dibacakan di persidangan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. 

Baca juga: Pengadilan Negeri Denpasar Ancam 20 Tahun Penjara bagi Iwan, Ditangkap Bawa 2 Paket Sabu

"Pada intinya kami mewakili terdakwa mohon keringanan hukuman kepada majelis hakim. Pertimbangannya terdakwa sudah mengakui dan menyesali perbuatannya," papar Gusti Agung Prami Paramita selaku penasihat hukum terdakwa, Jumat, 11 Maret 2022.

Sementara itu, jaksa dalam surat tuntutannya menyatakan, bahwa terdakwa yang tercatat pernah dihukum ini telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotik golongan I bukan bentuk tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. 

"Perbuatan terdakwa dinilai melanggar pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik," terang pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini. 

Baca juga: Polres Tabanan Amankan 6 Tersangka Narkotika, Ada yang Pakai Sabu Agar Tak Ngantuk Saat Nyetir

Oleh karena itu jaksa melayangkan tuntutan pidana penjara selama 8,5 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara terhadap terdakwa Agung Katoi. 

Seperti diketahui, terdakwa Agung Katoi bersama rekannya, Richardo Orlando Uneputty (terdakwa berkas terpisah) ditangkap oleh petugas kepolisian dari Satresnarkoba Polresta Denpasar.

Ditangkapnya terdakwa dan rekannya itu berawal dari adanya laporan masyarakat yang diterima pihak kepolisian.

Disebutkan bahwa terdakwa yang tinggal di Canggu, Kuta Utara, Badung itu dicurigai sebagai pengedar narkotik. Berbekal informasi itu lah petugas kepolisian melakukan penyelidikan.

Hasil pemantauan di lapangan, petugas kemudian melihat terdakwa dan rekannya itu melintas dengan gerak gerik mencurigakan. Selanjutnya terdakwa dan rekannya langsung diamankan pihak kepolisian. 

Kemudian dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa dan Richardo.

Pada diri terdakwa Agung Katoi ditemukan dua plastik klip berisi sabu, sedangkan pada diri Richardo tidak ditemukan narkoba.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved