Berita Gianyar

9 Patung Dedari Akan Hiasi Objek Wisata Alas Harum, Rekrut Tenaga Kerja di Lodtunduh Ubud

Sebanyak sembilan patung bidadari akan menghiasi objek wisata Alas Harus, di Desa/Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Bali.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Patung dedari yang terbuat dari anyaman bambu tersebut, dibuat oleh seniman Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sebanyak sembilan patung bidadari akan menghiasi objek wisata Alas Harum, di Desa/Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Bali.

D imana patung yang tersebut dari anyaman bambu tersebut, dibuat oleh seniman Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Dengan seniman utamanya ialah I Wayan Agus Heri Putra.

Dalam pembuatan selama tiga bulan, Agus Heri dibantu seniman lokal lainnya, serta banyak memberdayakan masyatakat setempat.

Agus Heri saat ditemui di Alas Harum usai mengantar patung tersebut dari Banjar Kelingkung, Minggu 13 Maret 2022 mengatakan, patung tersebut seutuhnya dari anyaman bambu.

Baca juga: Gianyar Usulkan Kebutuhan Pengganti PPPK ke Pemerintah Pusat, Kepala BKSDM: Sekitar 1.700 orang

Prosesnya memakan waktu hingga tiga bulan. "Proses kurang lebih 3 bulan," ujarnya. 

Agus Heri mengatakan, pihaknya tidak sendiri dalam menyelesaikan patung tersebut. Namum dibantu oleh 23 perupa lainnya yang berasal dari Desa Lodtunduh.

Kata dia, pembuatan patung ini juga sebagai bentuk kerinduan para perupa dalam mengekpresikan kreativitas, di tengah sempat dilarangnya pembuatan ogoh-ogoh.

"Ini sebagai wadah kami dalam mengekpresikan diri membuat karya seni penggti ogoh-ogoh," ujarnya. 

Tak hanya itu, pria yang kini menginjak usia 34 tahun tersebut juga mengungkapkan, bahwa selama proses pembuatannya, ia juga mempekerjakan masyarakat setempat, terutama dalam hal membuat ulatan atau anyaman.

Sementara untuk bahannya, ia membelinya dari petani bambu di Bangli.

"Selama proses banyak yang terlibat. Dari masyarakat lokal, terutama dalam membuat anyaman, dan untuk bambu kami beli di Bangli. Untuk bahannya saja, menghabiskan biaya kurang lebih 130 juta," ujarnya.

Baca juga: PKK Kabupaten Bone belajar ketahanan pangan di Gianyar

Pemilik Objek Wisata Alas Harum, Made Suardana mengatakan, pihaknya sengaja memesan sembilan patung bidadari ini dari Agus Heri, karena melihatnya sebagai salah satu seniman kreatif yang selalu mengembangkan karyanya.

Patung bidadari tersebut, kata dia, nantinya akan dipajang di Alas Harum. 

"Kami melihat kerinduan seniman lokal untuk berkarya. Itulah kami membuat 9 bidadari ini sebagai wadah seniman untuk berkreasi. Agus Heri ini seniman yg selalu inovatif, kreatif."

Baca juga: ASN Pemkab Gianyar Pusing, Duga Insentif yang Belum Diterima Dihanguskan, Benarkah?

"Filosofi 9 bidadari ini adalah, keseimbangan dalam kecantikan. Sebagai cerminan dari Alas Harum yang cantik luar dalam. Kami harap karya anak lokal ini, bisa go internasional," ujarnya. (*)

 
 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved