Sponsored Content

Kasus Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Nihil, 52 Pasien Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar

Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Sabtu (12/3), diketahui kasus meninggal dunia nihil dan kasus sembuh bertambah 52

Editor: Karsiani Putri
istimewa
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai. 

TRIBUN-BALI.COM- Kota Denpasar kembali mencatatkan nihil kasus meninggal dunia akibat Covid-19.

Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Sabtu (12/3), diketahui kasus meninggal dunia nihil dan kasus sembuh bertambah 52 orang.

Sementara itu kasus positif Covid-19 bertambah 44 orang. 

Baca juga: Buka Lomba Ogoh-Ogoh Mini ST. Bineka, Jaya Negara Bangga & Apresiasi Kreativitas Anak Muda Denpasar

Baca juga: Optimalisasi Program Desa Bersinar, Wali Kota IGN Jaya Negara Terima Audiensi Kepala BNN Denpasar

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 51.200 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 49.643 orang  (96,95 persen), meninggal dunia sebanyak 1.088 orang (2,13 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 469 orang (0,92 persen). 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan virus Covid-19 di Kota Denpasar terus mengalami penurunan tetapi angkanya masih tinggi yakni masih 2 digit.

Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

"Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid akan kembali meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM," ujar Dewa Rai.

Baca juga: Buka Lomba Ogoh-Ogoh Mini ST. Bineka, Jaya Negara Bangga & Apresiasi Kreativitas Anak Muda Denpasar

Baca juga: Ny. Sagung Antari Jaya Negara Serahkan Bantuan Sembako Kepada Kader PKK Se-Kota Denpasar

Baca juga: April 2022 Denpasar Targetkan Cakupan Vaksin Booster Bisa Capai 50 Persen

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini.

Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 3 Jawa-Bali.

Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron. 

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya  terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. 

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi  menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun,  ibu hamil dan disabilitas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved