Kisruh Rusia dan Meta

Meta Longgarkan Kebijakan, Pengguna Kini Bebas Caci Maki Pemerintah Rusia di Facebook, Ini Syaratnya

Pengguna Facebook kini diijinkan mencaci maki pemerintah Rusia, asalkan tidak memicu tindakan provokasi untuk melukai warga sipil.

REUTERS/Dado Ruvic/Illustration
Logo Meta dan bendera Rusia terlihat melalui pecahan kaca dalam ilustrasi ini diambil 1 Maret 2022. 

TRIBUN-BALI.COM - Dua minggu setelah perang Rusia di Ukraina, juru bicara Meta memang secara mengejutkan menyatakan bahwa mereka untuk sementara mengubah aturannya untuk pidato politik.

Mereka pun mengizinkan penggunanya memposting seperti caci makian seperti "kematian bagi penjajah Rusia" pada 11 Maret 2022, seperti diterjemahkan Tribun-Bali.com dari Reuters.

Baca juga: Alasan Rusia Blokir Facebook dan Instagram: Ijinkan Pengguna Caci Maki Sikap Invasi Militer Rusia

Namun mereka tidak akan mengizinkan penggunananya menyerukan kekerasan terhadap warga sipil Rusia.

Sementara itu beberapa waktu lalu media sosial raksasa, secara mengejutkan melonggarkan kebijakan kepada para penggunanya untuk menyuarakan kebenciannya terhadap Rusia dan militernya.

Pihak Meta secara resmi memperbolehkan semua penggunanya untuk meluapkan ekspresinya terhadap Rusia, dalam bentuk kata-kata.

Baca juga: Rusia Blokir Instagram Imbas Kebijakan Terbaru Meta, Pengguna Diminta Back up Foto

Kata-katanya pun bebas, asalkan masih berhubungan degan aktivitas invasinya terhadap Ukraina yang sudah merenggut kebahagiaan warga negara tersebut.

"Sebagai akibat dari invasi Rusia ke Ukraina kami untuk sementara mengizinkan bentuk ekspresi politik yang biasanya melanggar aturan kami seperti ujaran kekerasan seperti 'matilah penjajah Rusia'," ungkap juru bicara Meta, seperti dilansir dari Reuters.

"Kami masih tidak akan mengizinkan seruan yang kredibel untuk melakukan kekerasan terhadap warga sipil Rusia," lanjutnya.

Baca juga: Ingat Dengan Boyband U-KISS? Kini 3 Anggotanya Nyumbang Untuk Ukraina di Tengah Konflik Vs Rusia

Penerapan kebijakan sementara ini juga bisa digunakan oleh pengguna Facebook di Armenia, Azerbaijan, Estonia, Georgia, Hungary, Latvia, Lithuania, Poland, Romania, dan Slovakia.

Bahkan, negara-negara tersebut bisa melontarkan kalimat umpatan yang ditunjukan ke Vladimir Putin maupun Alexander Lukashenko, selaku presiden Belarusia yang mendukung invasi terhadap Ukraina.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved