Berita Bali
Minyak Goreng Masih Langka, Anggota Komisi VI DPR RI PSR Minta Kemendag Lebih Serius Bekerja
Minyak Goreng Masih Langka, Anggota Komisi VI DPR RI PSR Minta Kemendag Lebih Serius Bekerja
Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Minyak Goreng Masih Langka, Anggota Komisi VI DPR RI PSR Minta Kemendag Lebih Serius Bekerja.
Kelangkaan minyak goreng masih terjadi di beberapa daerah.
Bahkan, di Berau, Kalimantan Timur, seorang harus ibu meninggal dunia lantaran tak kuasa antre menunggu minyak goreng yang cukup panjang.
Hal ini mendapat perhatian Anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana (PSR), ia mengaku prihatin dengan hal ini.
Apalagi, jelang bulan Ramadhan yang jatuh pada bulan April 2022 mendatang, dipastikan kebutuhan minyak goreng sebagai salah satu bahan pokok akan meningkat.
Baca juga: Viral Video Berebut Minyak Goreng di Indomaret, Bagaimana Stoknya di Denpasar?
Untuk itu, pihaknya meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI segera mengatasi hal tersebut.
Sehingga, PSR sapaan akrabnya berharap stok minyak goreng dapat aman saat Ramadhan bulan depan.
“Kita ingin kelangkaan ini segera diatasi agar saudara kita umat Islam yang berpuasa bisa menjalaninya dengan baik,” kata dia, Minggu 13 Maret 2022.
Politikus Demokrat ini juga mendesak agar pemerintah melalui Kemendag untuk lebih sigap dalam mencari solusi guna menuntaskan persoalan tersebut.
Untuk itu, pihaknya juga meminta agar Kemendag lebih serius untuk bekerja mengawal ketersediaan bahan pokok di masyarakat.
Salah satunya dengan stok yang aman dan harga yang stabil serta tidak mencekik kantong masyarakat.
Ia bahkan meminta agar pemerintah tidak berbisnis dengan rakyatnya di masa pandemi.
Apalagi banyak masyarakat yang kesusahan lantaran jeritan ekonomi.
“Kita sangat ingin Kemendag bekerja dengan fokus memenuhi kebutuhan pokok tentu dengan harga yang terjangkau.
Jangan lagi business as usual,” tegas Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) ini.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/fgsdgfdghjfgjfjhj.jpg)