Berita Denpasar

Syarat Antigen atau PCR Dihapus, Penyeberangan dari Sanur ke Nusa Penida-Lembongan Masih Sepi

Syarat Antigen atau PCR Dihapus, Penyeberangan dari Sanur ke Nusa Penida-Lembongan Masih Sepi

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Putu Supartika
Suasana penyeberangan di Pelabuhan Sanur Denpasar Bali, MInggu 13 Maret 2022. Syarat Antigen atau PCR Dihapus, Penyeberangan dari Sanur ke Nusa Penida-Lembongan Masih Sepi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Syarat Tes PCR Dihapus, Penyeberangan dari Sanur ke Nusa Penida-Lembongan Masih Sepi.

Pemerintah resmi menghapus syarat Rapid Tes Antigen maupun PCR sebagai syarat perjalanan bagi yang sudah vaksin minila dosis kedua.

Namun, hal tersebut belum terlalu berdampak bagi kedatangan wisatawan ke Kota Denpasar.

Bahkan penyeberangan dari Pelabuhan Sanur menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan pun belum ada peningkatan.

Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Sanur di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 2 Benoa, Ketut Suratnata mengatakan, penyeberangan saat ini masih dalam skala kecil.

Baca juga: Aturan Antigen Dan PCR Dilonggarkan, Diharapkan Datangkan Wisatawan Lebih Banyak Lagi

Dimana dalam kurun waktu satu setengah bulan dari bulan Februari hingga Maret 2022 penumpang yang menyeberang ke Nusa Penida maupun Nusa Lembongan hanya kisaran 1.000 orang perharinya. 

“Belum ada peningkatan, kalau ada pemedek yang tangkil dalam sehari bisa mencapai 1.000 orang.  Namun jika tidak, dalam sehari hanya berkisar 800-900 orang,” katanya Minggu 13 Maret 2022.

Kondisi ini berbeda dengan pada bulan Desember 2021 hingga Januari 2022.

Dalam sehari, jumlah penumpang mencapai 2.000-3.000 orang dikarenakan dalam suasana liburan.

Namun jumlah tersebut masih tetap didominasi wisatawan domestik.

“Desember sampai Januari masih lumayan ramai, sedangkan sekarang sudah ada syarat bebas Antigen/PCR untuk perjalanan yang sudah vaksinasi dua kali dan booster saja masih sepi,” katanya. 

Di masa pandemi Covid-19 ini, hanya ada 30 boat yang tersedia.

Namun hanya 13-15 boat yang jalan mengangkut penumpang.

Berbeda dengan sebelum Pandemi, boat yang standby bisa 57 boat.

Baca juga: Nasib Bisnis Swab PCR-Antigen di Denpasar: Dulu Layani Puluhan Pasien, Kini Hanya 2 Orang

“Sekarang sedikit yang jalan paling siang 2 kapal sore sekali saja bahkan kadang sore sama sekali tidak ada. Pagi juga tidak sampai pukul 09.00 sudah sepi,” katanya.

Ketut Suratnata menambahkan, penumpang saat ini kebanyakan hanya warga lokal, belum belum banyak wisatawan asing maupun domestik.

“Mungkin karena kemampuan wisatawan dan visitor. Apalagi saat ini belum masa liburan, saat ini suasana masih belum masa liburan, apalagi dengan kondisi perekonomian yang belum pulih,” katanya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved