Berita Badung

Lomba Ogoh-ogoh Mini di Puspem Badung, Peserta Antusias Meski Nyepi Sudah Lewat

Sekelompok seniman yang tergabung dalam komunitas Anglangkara menggelar lomba ogoh-ogoh mini.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Lomba ogoh-ogoh mini yang dilaksanakan di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung pada Minggu 13 Maret 2022 - Lomba Ogoh-ogoh Mini di Puspem Badung, Peserta Antusias Meski Nyepi Sudah Lewat 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sekelompok seniman yang tergabung dalam komunitas Anglangkara menggelar lomba ogoh-ogoh mini.

Selain ogoh-ogoh mini, juga ada tapel ogoh-ogoh mini dan ilustrasi ogoh-ogoh.

Lomba ogoh-ogoh mini dibagi menjadi dua kategori, yakni ogoh-ogoh biasa dan ogoh-ogoh menggunakan teknologi.

Lomba digelar di Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Bali, Minggu 13 Maret 2022.

Baca juga: Tingkatkan Kreativitas Seniman Ogoh-ogoh di Bali,Komunitas Anglangkara Gelar Lomba Berbagai Kategori

Ketua panitia acara, I Wayan Arif Masriadi mengatakan komunitas Anglangkara adalah komunitas dari seniman di Badung yang terbentuk beberapa bulan lalu.

"Jadi Komunitas Anglangkara ini terbentuk dan terdiri dari anak-anak muda Badung yang memang berkecimpung di dalam dunia seni rupa," ujarnya.

"Awalnya tidak kenal, bertemu di salah satu event, berkumpul di pinggir jalan, ngobrol- ngobrol dan ingin memberi apresiasi kepada seniman-seniman muda khususnya yang ada di Badung," sambung dia.

Ada tiga juri dalam lomba ini, di antaranya Gusman Surya yang merupakan seniman ogoh-ogoh asal Tampaksiring Gianyar, Listibiya Badung Gungde Rahman dan satu juri lainnya.

"Jadi dalam hal ini, penilaian dilakukan langsung oleh juri, dari segi tema, bentuk maupun teknologinya," ungkap pria yang akrab disapa Arif.

Tema lomba yang diangkat yakni “Bangun Sakti Budaya”.

Peserta yang mengikuti kegiatan Anglangkara melibatkan seniman seluruh Bali, dengan total peserta sebanyak 80 orang.

"Jadi peserta terdiri kategori non mesin sebanyak 46 peserta, kategori mesin sebanyak 16 peserta, kategori lomba tapel ogoh-ogoh sebanyak 14 peserta, dan terakhir lomba display gambar ogoh- ogoh sebanyak 12 peserta," katanya.

Ia menjelaskan, persiapan yang dilakukan dalam pergelaran lomba ogoh-ogoh hanya dilakukan spontan.

"Untuk sumber dana kami peroleh dari hasil pendaftaran dan iuran sukarela dari masing- masing panitia lomba,"jelasnya.

Ia berharap kegiatan lomba ini akan berlangsung setiap tahun.

Lomba yang digelar tidak hanya ogoh-ogoh mini, namun bisa dikembangkan dari lomba lukisan sampai patung.

"Apalagi disuport oleh Pemkab Badung, untuk meningkatkan bakat dan meningkatkan seniman di Badung. Meski lomba digelar setelah hari raya Nyepi, namun antusias seniman untuk berkreasi sangat banyak," paparnya. (Agus Aryanta)

Kumpulan Artikel Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved