Berita Denpasar

Merasa di-PHK Tanpa Alasan, Karyawan Salah Hotel di Kawasan Sanur bersama FSPM Gelar Aksi Damai

Merasa di-PHK Tanpa Alasan, Karyawan Salah Hotel di Kawasan Sanur bersama FSPM Gelar Aksi Damai di Depan Hotel

Penulis: Putu Supartika | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Aksi damai FSPM bersama karyawan yang di-PHK di depan hotel di kawasan Semawang Sanur 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Bali menggelar aksi damai di depan salah satu hotel di kawasan Pantai Semawang Sanur, Denpasar.

Aksi ini digelar pada Selasa, 15 Maret 2022 siang sekitar pukul 14.00 Wita.

Puluhan orang yang tergabung dalam FSPM dan juga karyawan yang terkena PHK melakukan orasi di depan hotel dan meminta karyawan yang di-PHK dipekerjakan kembali.

Ini merupakan aksi keempat dari FSPM di depan hotel ini.

“Latar belakang kami ke sini karena pihak manajemen hotel mempermainkan kami,” kata koordinator aksi yang juga Sekretaris FSPM Bali, Ida I Dewa Made Rai Budi Darsana.

Baca juga: KASUS SUBANG: Polisi Tak Jawab Soal Danu Bersihkan TKP Pembunuhan, Ini Alasannya

Baca juga: Kerugian Korupsi Pengadaan Masker di Karangasem Capai Rp 2.6 Milliar Lebih

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bulan Ramadhan 2022 di Kabupaten Badung, Lengkap Dengan Doanya

Ia mengatakan ada sebanyak 31 karyawan di hotel tersebut yang di-PHK tanpa alasan yang jelas.

Namun dikarenakan pertimbangan keluarga dan ekonomi beberapa menerima PHK tersebut sehingga saat ini masih tersisa 23 orang yang tetap melawan.

Surat PHK ini dikeluarkan pada 27 Juli 2020 lewat pesan WhatsApp.

Rai menyebut, PHK tersebut pun menurutnya tak mengacu pada aturan pemerintah.

“Tapi ini seolah-olah bercerita jika hotel lagi sepi dan dilakukan PHK. Itu tidak ada kejelasan bahkan tidak memperhitungkan masa kerja. Jadi kami berharap agar ada kebijakan yang berpihak pada karyawan yang di-PHK,” katanya.

Pihaknya menuturkan, saat melakukan aksi damai ketiga beberapa waktu lalu, sudah disaksikan oleh Jero Bendesa Intaran dan pihak manajemen hotel.

Saat aksi damai tersebut, pihak manajemen mengaku akan mencabut PHK tersebut.

“Tapi saat melakukan pertemuan lanjutan, pihak menajemen mengatakan semua di PHK dan ditawarkan pindah ke hotel lain yang masih satu manajemen,” katanya.

Pihaknya pun mengaku karyawan yang di-PHK sudah mau menerima tawaran tersebut dengan kompensasi pesangon 18 kali gaji.

Akan tetapi menurutnya hal tersebut tak diindahkan oleh manajemen hotel.

Bahkan karyawan yang di-PHK tersebut pun menerima untuk dirumahkan asalkan tak statusnya masih sebagai karyawan di hotel tersebut.

Pihaknya pun menyayangkan apa yang dilakukan oleh pihak manajemen, apalagi pekerja yang di-PHK juga ada yang berasal dari Sanur. (*)

Baca juga: KASUS SUBANG: Polisi Tak Jawab Soal Danu Bersihkan TKP Pembunuhan, Ini Alasannya

Baca juga: Paripurna Sidang II, Bupati Paparkan LKPJ Jembrana 2021

Baca juga: Aksi Begal Payudara di Denpasar, Kadek Wira Suarnata Ngaku Senang dan Puas Setelah Meremas

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved