Berita Internasional

Rusia dan Ukraina Mulai Temui Titik Terang Menuju Perundingan Perdamaian

"Sekarang, hal ini sedang dibahas dalam negosiasi, ada formulasi yang benar-benar spesifik yang menurut saya hampir mencapai kesepakatan," ungkap dia

Aris Messinis / AFP
Seorang prajurit Ukraina menggendong seorang anak sambil membantu orang-orang menyeberangi jembatan yang hancur saat mereka mengevakuasi kota Irpin, barat laut Kyiv, selama pengeboman dan pengeboman besar-besaran pada 5 Maret 2022, 10 hari setelah Rusia melancarkan serangan militer ke Ukraina. Rusia dan Ukraina Mulai Temui Titik Terang Jelang Perundingan Perdamaian 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Rusia menyebut beberapa bagian dari kemungkinan kesepakatan damai dengan Ukraina yang mulai menemui titik terang.

Hal itu terkait keinginan Ukraina yang setuju untuk membahas netralitas.

Pernyataan Rusia itu meningkatkan harapan untuk mengakhiri perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

"Status netral sekarang sedang dibahas secara serius, tentu saja dengan jaminan keamanan," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov kepada RBC seperti dikutip Reuters, Rabu (16/3/2022).

Baca juga: Elon Musk Tantang Duel Putin, Rusia Sebut Bos Tesla Itu Iblis Kecil

"Sekarang, hal ini sedang dibahas dalam negosiasi, ada formulasi yang benar-benar spesifik yang menurut saya hampir mencapai kesepakatan," ungkap dia.

Menurut dia, Presiden Rusia Vladimir Putin telah berbicara tentang netralitas bersama dengan jaminan keamanan untuk Ukraina tanpa perluasan NATO.

Hanya, Lavrov memperingatkan negosiasi itu tidak mudah tapi ada "beberapa harapan untuk mencapai kompromi".

Lavrov menyebutkan isu-isu kunci dalam pembicaraan dama termasuk keamanan orang-orang di Ukraina Timur, demiliterisasi Ukraina, dan hak-hak orang berbahasa Rusia di Ukraina.

Sebelumnya,  Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Rabu (16/3/2022) bahwa pembicaraan damai dengan Rusia terdengar lebih realistis tetapi lebih banyak waktu diperlukan.

"Pertemuan terus berlanjut dan saya diberitahu posisi selama negosiasi sudah terdengar lebih realistis," kata Zelenskyy dalam pidato video, menjelang putaran pembicaraan berikutnya.

"Tetapi, masih diperlukan waktu agar keputusan itu (baik) untuk kepentingan Ukraina," ujar dia seperti dikutip Reuters.

Dalam petunjuk kemungkinan kompromi, Zelenskyy menyebutkan sebelumnya, Ukraina siap menerima jaminan keamanan dari Barat yang menghentikan tujuan jangka panjangnya untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Rusia melihat keanggotaan Ukraina di aliansi Barat tersebut di masa depan sebagai ancaman dan telah menuntut jaminan bahwa mereka tidak akan pernah bergabung dengan NATO.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan, terlalu dini untuk memprediksikan kemajuan dalam pembicaraan dengan Ukraina.

Baca juga: 2 Wartawan Meninggal Dunia Ditembak Tentara Rusia Saat Berada di Luar Ibu Kota Ukraina

"Pekerjaannya sulit, dan dalam situasi saat ini fakta bahwa (pembicaraan) berlanjut mungkin positif," ungkapnya seperti dilansir Reuters.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusia dan Ukraina Mulai Temui Titik Terang Jelang Perundingan

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved