Berita Gianyar

Dua Kali Tak Melasti karena Pandemi, 28 Desa Adat di Blahbatuh Tua Akhirnya Laksanakan Melasti

Krama se-paiketan Kecamatan Blahbatuh Tua, Kabupaten Gianyar, Bali yang terdiri dari 28 desa adat akhirnya menggelar upacara melasti, Kamis 17 Maret

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Ribuan krama Blahbatuh Tua, Gianyar, Bali melasti di Pantai Pering hingga Saba, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Kamis 17 Maret 2022 

.

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Krama se-paiketan Kecamatan Blahbatuh Tua, Kabupaten Gianyar, Bali yang terdiri dari 28 desa adat akhirnya menggelar upacara melasti, Kamis 17 Maret 2022 setelah tahun 2020 dan 2021 tidak melasti karena aturan pandemi covid-19, yang tidak memperbolehkan masyarakat berkerumun.

Prosesi melasti di Blahbatuh Tua, memang dilakukan setelah Hari Raya Nyepi, tepatnya di Rahina Purnama Sasih Kedasa yang jatuh pada hari ini. 

Camat Blahbatuh, I Wayan Gede Eka Putra mengatakan, krama Blahbatuh Tua, selama dua tahun lalu dalam prosesi melasti hanya dilakukan dengan cara ngubeng atau upacara di desa adat masing-masing.

Baca juga: Tak Ada Anggaran, 1.237 Proposal Hibah Bansos Numpuk di Kesra Gianyar

Oleh karena saat ini sudah ada kebijakan boleh melasti, sehingga tradisi ini pun bisa digelar kembali. Adapun pantai yang dijadikan tempat melasti di Blahbatuh adalah Pantai Pering dan Pantai Saba

"Melasti ini dilakukan sama seperti Melasti serangkaian perayaan Nyepi di Bali. Hanya saja krama Blahbatuh Tua melaksanakan melasti setelah hari Raya Nyepi tepatnya saat purnama kedasa. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun," ujar Eka. 

Melasti ‘khusus’ ini diikuti 28 desa adat se Kecamatan Blahbatuh. Karena itu, pemandangan yang saat ini jarang terlihat pun bisa dilihat lagi.

Yakni masyarakat memadati pesisir pantai dengan gemuruh suara gamelan. 

"Setiap tahun, satu dari 28 desa adat secara bergantian menjadi pangemong (panitia) melasti untuk mempersiapkan segala perlengkapan upakara. Untuk tahun ini, sesuai hasil rapat diemong oleh Desa Adat Belega," jelasnya.

Baca juga: Saat Diseret Truk Tanki di Jalan Raya Batubulan Gianyar,Ni Made Ladri Mengaku Dengar Bisikan Niskala

Sebelum digelarnya melasti, pihak prajuru  adat menggelar rapat, melibatkan jajaran PHDI dan Majelis Desa Adat Kecamatan Blahbatuh.

Berbeda dari tahun sebelumnya karena pandemi covid-19 melasti dilaksanakan terbatas.

Kini krama lebih bebas melaksanakan melasti.

"Semua normal, mengingat hampir 100 persen masyarakat telah vaksin kedua, namun tetap petugas menghimbau agar menggunakan masker dan cuci tangan," kata Eka.

Baca juga: Desa Sidan di Gianyar Bersolek, Kembangkan Potensi Lokal, Kini Hadirkan Eco Hill

Tokoh Pemuda Blahbatuh, I Wayan Etong Sanjay Wikrama mengatakan, pihaknya sangat senang bahwa tradisi turun-temurun ini bisa kembali dijalankan oleh semua krama Blahbatuh Tua.

Bahkan Etong, yang menjabat Ketua Karangtaruna Desa Saba ini mengaku merinding melihat ribuan krama untuk menghaturkan bhakti ke segara.

"Kesan pertama saya merinding karena kembali bisa melasti bersama ribuan krama Blahbatuh Tua. Sebab sudah dua tahun momen ini tidak ada. Mudah-mudahan ke depan semua tradisi bisa berjalan normal lagi, sehingga taksu Bali tetap terpelihara," tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved