Wawancara Tokoh

Kepala BPJPH Kemenag M Aqil Irham, Label Halal Seperti Kubah Masjid

Berikut lanjutan wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan M Aqil Irhamikan

Youtube Tribunnews
M Aqil Irham - Kepala BPJPH Kemenag M Aqil Irham, Label Halal Seperti Kubah Masjid 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Logo halal baru yang dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menuai sorotan.

Banyak pihak menyebut label ini terlalu Jawa sentris karena menyerupai gunungan wayang. Kepala BPJPH Kementerian Agama Muhammad Aqil Irham menampik pandangan tersebut.

Berikut lanjutan wawancara eksklusif Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan M Aqil Irhamikan, Selasa 15 Maret 2022:

Mengapa logo halal harus diganti?

Logo halal ini sudah menjadi regulasi.

Baca juga: Kepala BPJPH Kemenag M Aqil Irham, Sertifikasi Halal Mudah dan Murah

Penetapan label halal secara nasional dilakukan dalam rangka melaksanakan ketentuan pasal 37 UU No 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

Karena sekarang menjadi kewenangan BPJPH maka logo halal ini perlu suatu perubahan yang berlaku sejak 1 Maret 2022.

Lalu bagaimana logo halal yang digunakan oleh produsen sebelumnya. Itu masih diberi kesempatan untuk menghabiskan stok maupun habis masa sertifikatnya.

Masa berlaku sertifikat halal itu selama dua tahun.

Katakanlah sertifikat yang dikeluarkan MUI tahun 2022, maka tahun 2024 sudah habis masa berlakunya dan label halal semua produk sudah menggunakan yang baru.

Bisa dijelaskan makna dari simbol logo halal yang baru?

Perlu saya informasikan bahwa bentuk gunungan itu bukan hanya wayang, tetapi itu juga bentuk kubah masjid.

Masjid di timur tengah dan di Nusantara pasti bentuknya lancip ke atas.

Sehingga bentuk ini melambangkan tradisi-tradisi budaya besar di dunia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved