Breaking News:

Berita Bali

Politisi Asal Bali Ini Sebut IPU Punya Concern Perdamaian Dunia Akhiri Konflik Rusia-Ukraina

IPU ke-144 Assembly & Related Meetings di Bali membahas berbagai isu global

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana - Politisi Asal Bali Ini Sebut IPU Punya Concern Perdamaian Dunia Akhiri Konflik Rusia-Ukraina 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 Assembly & Related Meetings di Bali membahas berbagai isu global untuk mendapatkan sebuah resolusi permasalahan dan tantangan yang dihadapi dunia dari berbagai bidang.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana menyampaikan, bahwa seluruh bahasan dalam IPU ke-144 kali ini memiliki relevansi dengan kondisi dunia.

"Hasil-hasil yang ingin dicapai dalam IPU adalah Deklarasi Nusa Dua, dan resolusi yang berhubungan dengan demokrasi dan hak asasi manusia," kata dia saat dijumpai wartawan di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Sabtu 19 Maret 2022.

Resolusi yang dimaksud, berhubungan dengan perdamaian dan keamanan internasional.

Baca juga: Bahas Iklim hingga Konflik Rusia-Ukraina, Ketua DPR Puan Pimpin Forum Parlemen Dunia di Bali

Resolusi tentang emergency item, yang biasanya dibahas dalam general debate, dan diputuskan apa emergency itemnya.

Politisi asal Bali ini menyebut, salah satu isu krusial adalah terkait invasi Rusia terhadap Ukraina.

Menurut politisi Partai Demokrat yang akrab disapa PSR itu, IPU memiliki concern untuk mengakhiri konflik di kawasan Eropa Timur.

"Dan arahnya jelas, kita ingin perdamaian kembali terjadi di Ukraina, di Eropa Timur, dan terpenting adalah masyarakatnya, manusianya, kemanusiaannya, agar tidak sampai dirugikan,"ucap dia.

"Dan kita disini, IPU adalah negara dan pertemuan Parlemen dunia tersebar, ingin menyuarakan perdamaian, tentang kedamaian, tentang keamanan, tentang demokrasi yang harus dijaga, dan menyangkut human right," imbuhnya.

Tak hanya konfrontasi Rusia-Ukraina, IPU ke-144 juga akan membahas soal Sustainable Development Goals (SDG's), dan perubahan iklim.

Isu SDG's, kata PSR, sesuai dengan teman IPU ke-144, yaitu "Getting to Zero: Mobilizing Parliament to Act on Climate Change".

Bagi dia, sinergitas seluruh anggota IPU sangat diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim.

"Saya kebetulan dari Bali, ada satu filosofi yang luar biasa, yang bisa kita sumbangsihkan dalam pertemuan ini, yaitu Tri Hita Karana, hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, manusia dengan Sang Maha Kuasa. Ini menjadi satu guidance, guideline, prinsip yang besar yang kita suarakan," tuturnya.

PSR meyakini filosofi Tri Hita Karana memiliki korelasi erat dengan upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan (SDG'S) lantaran sama-sama mempunyai semangat mewujudkan ekonomi hijau, dengan demikian dunia dapat merealisasikan ekonomi hijau.

Baca juga: Pertama Kali, Rusia Kerahkan Rudal Kinzhal Berkemampuan Nuklir untuk Gempur Ukraina

"Inilah yang akan kita kawal, mudah-mudahan semuanya mendapat manfaat. Indonesia mendapat manfaat, dunia jelas mendapat manfaat dari semua. Karena apa ? Ini adalah pengentasan pandemi, ini adalah membicarakan perdamaian, ini adalah memperkuat demokrasi, ini adalah menjaga keamanan internasional, ini juga mengawal bahwa Parlemen perlu bekerja lebih giat lagi untuk kembali memulihkan ekonomi dunia, memulihkan segala masalah yang ada di dunia. Dan Bali momentum yang baik, Indonesia akan memberikan sumbangsih itu untuk perdamaian dan kedamaian," tutup dia.(*).

Kumpulan Artikel Nasional

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved