Berita Badung

Meningkat Drastis, UMKM di Badung Menjadi 40.989 di Tahun 2022

Dari pendataan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Badung dari tahun 2019 silam sampai 2022 terdapat penambahan UMKM sebanyak 21.746 sehingga menjadi

istimewa
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, I Made Widiana 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Badung mengalami peningkatan.

Dari pendataan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Badung dari tahun 2019 silam sampai 2022 terdapat penambahan UMKM sebanyak 21.746.

Pertumbuhan puluhan UMKM itu pun disebut-sebut karena banyak masyarakat yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun dirumahkan.

Kepala Dinas Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung  Made Widiana saat dikonfirmasi Selasa 22 Maret 2022 tidak menampik hal tersebut. Pihaknya mengatakan penambahan UMKM di Badung sangat drastis.

Baca juga: Ibu-ibu Sampai Kabur karena Takut, Ulat Bulu Serang 4 Rumah Warga di Banjar Cica Badung

"Memang dari catatan kita ada penambahan UMKM di Badung. Namun kita berharap semua ini, bisa memulihkan ekonomi di Badung," ujar Widana.

Menurutnya di masa pandemi Covid-19 ini perkembangan UMKM di Badung meningkat dua kali lipat dari 19.243 UMKM di tahun 2019 menjadi 40.989 UMKM tahun 2022.

"Peningkatan ini kita lihat saat pendataan ulang, mengingat pemerintah Kabupaten Badung melalui kebijakan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta memberikan bantuan dana kepada seluruh UMKM di Badung di masa pandemi Covid-19 sebesar Rp2 juta," bebernya sembari mengatakan tidak itu saja kami juga memberikan stimulus pada UMKM di objek-objek pariwisata di Kabupaten Badung. 

80 persen penduduk Badung mengandalkan kehidupan dari pariwisata. 

Baca juga: Keluhkan Proyek pengerukan Tanah, Warga di Ungasan Layangkan Surat ke Satpol PP Badung

"Jadi kita harus akui, pandemi Covid-19 telah menghambat kehidupan pariwisata di Badung, namun UMKM di Badung justru meningkat," jelasnya.

Untuk pengembangan UMKM, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Badung katanya melakukan  program-program strategis.

Salah satunya membangkitkan ekonomi kreatif. Mengingat  peran serta UMKM dalam dunia kehidupan wisata di Kabupaten Badung sangat tinggi.  

"UMKM  juga menjadi bagian penting dalam bergulirnya dunia pariwisata," jelasnya

Widiana mengakui  juga mengembangkan UMKM secara IT. Semua itu tata Kelolanya pelayanan publik, sehingga bisa meningkatkan pelayanan publik melalui aplikasi pelayanan publik seperti PPID dan Sidumas. 

Baca juga: Bertambah, DTW Dipungut Retribusi, Upaya Dispar Badung Tingkatkan Pendapatan

"Jadi pada aplikasi Sidumas itu, klinik UMKM serta pelayanan tera ulang secara online," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk mempertahankan dan membuat eksis UMKM di Badung pihaknya pun memiliki beberapa program seperti pelatihan e-commerce dan pelatihan olahan pangan.

"Pelaku UMKM yang bergerak di tata rias diberikan penguatan sertifikasi tata rias," imbuhnya. (*)

Berita lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved