Berita Budaya

Rame-Rame Soal Nerang atau Pawang Hujan, Ini Pendapat Ahli

Apa Itu Nerang, Berikut Penjelasan GMHApa Itu Nerang, Berikut Penjelasan GMH

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Putu Supartika
Rara Istiati Wulandari ditemui di apartemennya di Denpasar, Bali, Selasa 26 Januari 2021 petang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Tukang terang atau pawang hujan, konon adalah profesi dimana seseorang dengan kekuatan batin bisa memindahkan hujan.

Namun sejatinya, seperti apa proses dari nerang ini.

Berikut penjelasan Guru Mangku Hipno (GMH), kepada Tribun Bali, Selasa 22 Maret 2022.

Bahwa sesungguhnya apapun yang terjadi di dunia ini, hanya Tuhan lah yang bisa melakukannya,”tegas GMH. Lulusan doktor terbaik UHN ini, kemudian menjelaskan ihwal apa sebenarnya konsep nerang itu.

“Nerang adalah kegiatan mencoba menghentikan hujan di sebuah tempat, atau suatu wilayah. Dengan cara memohon kepada kosmik, agar apa yang kita harapkan di suatu tempat bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kuasa kosmik itu, tiada lain adalah kuasa Tuhan itu sendiri. Kemudian berhasil atau tidaknya seorang pawang hujan, jawabannya sangat relatif.

Sebab sifatnya permohonan, sehingga otomatis semuanya kembali kepada anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Kalau yang dimohonkan berhasil, maka endang dan tidak hujan. Namun jika tidak, maka kemungkinan gagal juga ada,” imbuhnya. Namun apabila berkah Tuhan memang turun saat nerang, maka tentu saja yang dimohonkan akan dikabulkan. Sebab di dalam ilmu metafisika, tidak ada kekuatan apapun di luar kuasa Tuhan itu sendiri. Setelah defisini dipahami, maka proses nerang pun harus dipahami juga.

“Secara metafisika, proses nerang adalah mencoba menghubungkan diri atau mengkoneksikan diri melalui batin dengan tiga kekuatan utama dalam membuat proses terang atau endang,” katanya. Pertama adalah memuja Dewa Brahma, sebagai penguasa terang. Kedua memuja Dewa Wisnu sebagai penguasa hujan, atau air. Kemudian ketiga adalah memuja Dewa Iswara sebagai sumber kekuatan angin. Sebab secara metafisika, yang berperan dengan hujan itu adalah tiga dewa ini.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved