Berita Denpasar

Sebanyak 22 Orang Terjaring, Pelanggar Masker di Denpasar Dihukum Membersihkan Lingkungan

Pada Rabu, 23 Maret 2022 sidak masker ini digelar di simpang Jalan Hayam Wuruk-Jalan Anyelir-Jalan Akasia, Kelurahan Sumerta Denpasar.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Karsiani Putri
Putu Supartika
Pelanggar masker di Kelurahan Sumerta Kelod Denpasar diminta membersihkan lingkungan, Rabu, 23 Maret 2022  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Denpasar kini sudah PPKM level 2 dan sidak masker masih tetap dilaksanakan.

Pada Rabu, 23 Maret 2022 sidak masker ini digelar di simpang Jalan Hayam Wuruk-Jalan Anyelir-Jalan Akasia, Kelurahan Sumerta Denpasar.

Pada sidak kali ini sebanyak 22 orang pelanggar masker terjaring.

Baca juga: Pemuda 23 Tahun Gasak Puluhan Motor di 21 TKP Berbeda di Denpasar

Baca juga: Mengenal Diplopia, Kondisi yang Dialami Marc Marquez Usai Terjatuh di MotoGP Mandalika

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Pol PP Kota Denpasar, Nyoman Sudarsana mengatakan, tak ada pelanggar yang didenda dalam sidak ini.

Semua pelanggar tersebut diberikan sanksi administrasi.

Selain itu mereka juga dihukum untuk menghafalkan Pancasila dan ada juga yang diminta membersihkan lingkungan sekitar tempat sidak.

“Kami berikan mereka hukuman membersihkan lingkungan sekitar. Kami siapkan sapu dan serok dan mereka menyapu,” katanya.

Sudarsana mengatakan hukuman membersihakan lingkungan ini dimaksudkan untuk memberikan efek jera.

Selain itu, juga sebagai pengingat agar pelanggar selalu menggunakan masker saat ke luar rumah.

Pihaknya menambahkan, saat ini kebanyakan sudah membawa masker hanya saja ditaruh di saku atau menggunakan masker tidak sesuai ketentuan.

“Ada juga menggunakan masker di dagu dan ada juga yang maskernya ditaruh di saku, dam kami bina agar selalu taat,” katanya.

Baca juga: Mengenal Diplopia, Kondisi yang Dialami Marc Marquez Usai Terjatuh di MotoGP Mandalika

Ia mengatakan pihaknya terus menggencarkan pelaksanaan sidak masker ini.

Meskipun kasus positif Covid-19 di Denpasar sudah mengalami penurunan.

Menurutnya selama pelaksanaan sidak, semua pelanggar yang tidak membawa masker tersebut beralasan lupa.

“Saya tidak mengerti, apakah mereka benar lupa, atau memang nyari alasan untuk mengelak saja. Dan kebetulan sekarang pas ada razia dia kena. Seharusnya ini sudah jadi kebiasaan,” katanya.

 Penerapan denda ini dilakukan untuk pencegahan kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar.

Baca juga: AirAsia Buka Rute Kuala Lumpur-Denpasar, Menhub Ajak Maskapai Korsel ke Bali

Baca juga: Mengenal Diplopia, Kondisi yang Dialami Marc Marquez Usai Terjatuh di MotoGP Mandalika

Baca juga: Termasuk Sulit Berkonsentrasi, Ini 3 Hal yang Akan Terjadi Apabila Kekurangan Karbohidrat 

Denda yang masuk ini dimasukan ke khas daerah sebagai bentuk teguran sekaligus agar mereka yang melanggar selalu mematuhi dan ingat memakai masker.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved