Berita Badung

Terkait Kasus Korupsi Rp130 Miliar, Hari Ini Kejati Bali Geledah LPD Desa Adat Sangeh

Kejaksaan Tinggi Negeri Bali (Kejati) Bali melakukan penggeledahan di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Sangeh Desa Adat Sangeh

Istimewa
Kejati Bali saat melakukan penggeledahan di LPD Desa Adat Sangeh, Abiansemal, Badung, Bali, pada Jumat 25 Maret 2022 pagi 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kejaksaan Tinggi Negeri Bali (Kejati) Bali melakukan penggeledahan di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Sangeh Desa Adat Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali, pada Jumat 25 Maret 2022 pagi.

Penggeledahan dilakukan untuk menemukan bukti dan pendalaman terkait kasus korupsi senilai Rp130 Miliar lebih.

Pada pemeriksaan itu, dilakukan langsung oleh penyidik dari Kejati Bali, mengingat saat ini kasus korupsi di LPD sudah ditangani di Kejati Bali.

Dari informasi yang didapat, semua meja kerja di LPD desa Adat Sangeh digeledah untuk dilakukan pendalaman dan menemukan barang bukti serta berkas-berkas terkait kasus korupsi tersebut.

Baca juga: Kerugian Sentuh Angka Rp130 M, Kasus Korupsi LPD Desa Adat Sangeh Kini Diambil Alih Kejati Bali

Penggeledahan dilakukan agar penyidikan LPD Adat Sangeh diselesaikan dan segera ditetapkan tersangka.

Kasi Intel Kejari Badung I Made Gde Bamax Wira Wibowo saat dikonfirmasi mengatakan jika pihak Kejati Bali melakukan penggeledahan pada Jumat 25 Maret 2022 pagi. 

"Iya tadi pagi langsung penggeledahan dilakukan oleh penyidik Kejati," katanya saat dikonfirmasi Jumat 25 Maret 2022

Diakui, saat kejaksaan Negeri Badung memeriksa pada bulan Februari 2022 lalu, Kejari Badung menemukan bahwa nasabah dari LPD Adat Sangeh bukan hanya berdomisili di Kabupaten Badung namun di beberapa kabupaten di Propinsi Bali. 

"Jadi sebelumnya, barang bukti yang akan disita juga berada di berbagai wilayah di Propinsi Bali," katanya.

Selain terkait saksi dan barang bukti, jumlah kerugian yang diduga mencapai ratusan miliar juga menjadi dasar perlunya dilakukan penguatan penyidikan LPD Adat Sangeh.

Baca juga: LPD Desa Sangeh Dibidik Kejari Badung, Ada Dugaan Korupsi Rp 130 Miliar Lebih

Bahkan pada saat diserahkan, penyidik Kejari Badung belum melaksanakan pemeriksaan saksi sehingga Penyidik Kejari Badung hanya menyerahkan Berkas Hasil Penyelidikan ke Kejati Bali.

"Karena sudah ranah Kejati, maka tindaklanjutnya kini ada di Kejati. Untuk penggeledahan yang dilakukan pun akan dirilis oleh kejati," kata Ade Bamax.

Diakui, penggeledahan sudah selesai, kasusnya nanti akan dirilis setalah disetujui oleh Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bali.

"Jadi penyidik masih kerja agar kasus ini cepat dan efektif, sehingga status penyidikan umum dapat segera ditingkatkan ke penyidikan khusus dengan menetapkan tersangka," imbuhnya.

Baca juga: LPD Desa Sangeh Dibidik Kejari Badung, Ada Dugaan Korupsi Rp 130 Miliar Lebih

Seperti diketahui,  kasus korupsi di LPD Desa Adat Sangeh kini diambil alih oleh Kejati Bali.

Kasus dengan kerugian Rp130 Miliar lebih itu sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan hingga dilakukan pendalaman.

Penyidik Kejati Bali pada bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Bali sudah melakukan penyidikan mulai tanggal 16 Maret 2022.

Namun sebelum melakukan penyidikan, terlebih dulu melakukan atau memperhatikan hasil penyelidikan Kejari Badung. (*)

Berita lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved