Berita Denpasar

Dugaan Korupsi KMK di Bank BPD Bali, Penyidik Kejati Bali Geledah Rumah Debitur di Denpasar Timur

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali mengeledah rumah seorang debitur Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, Jumat, 1 April 2022.

Penulis: Putu Candra | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Penyidik Kejati Bali menggeledah rumah debitur BPD Bali di Denpasar Timur. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menggeledah rumah seorang debitur Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, Jumat, 1 April 2022.

Penggeledahan dilakukan guna mencari bukti-bukti terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi pemberian fasilitas kredit berupa kredit modal kerja (KMK) Usaha dan Konstruksi Pengadaan Barang dan Jasa oleh BPD Bali Cabang Badung. 

Mengenai penggeledahan ini disampaikan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Bali, A Luga Harlianto.

Dikatakannya penggeledahan dilakukan oleh penyidik selama dua jam. 

Baca juga: JADWAL Libur Bersama dan Tanggal Merah Idul Fitri 2022

Baca juga: JAM Kerja PNS Berubah Selama Bulan Ramadan 1443 Hijriah, Ini Rinciannya

Baca juga: SANKSI Administratif Akibat Telat Lapor SPT Bagi Wajib Pajak

"Penggeledahan dimulai pukul 11.00 Wita. 7 penyidik dipimpin Kasi Penyidikan Kejati Bali, mendatangi rumah atas nama SW di Denpasar Timur untuk melakukan penggeledahan terkait Penyidikan pemberian kredit fiktif BPD Bali Cabang Badung. SW adalah Direktur Perusahaan dibidang konstruksi yang memperoleh fasilitas kredit dari BPD Bali Cabang Badung," jelasnya. 

Pada saat melaksanakan penggeledahan, kata Luga, penyidik mencari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan dokumen perusahaan dan penerimaan kredit modal kerja (KMK) Usaha dan Konstruksi Pengadaan Barang dan Jasa dari BPD Bali Cabang Badung.

Selain mendapatkan dokumen, penyidik juga membawa satu unit CPU dari kediaman SW.

“Semua dokumen terkait keuangan dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit berupa KMK Usaha dan Konstruksi Pengadaan Barang dan Jasa oleh BPD Bali Cabang Badung akan didalami oleh Penyidik. Ada satu unit CPU yang dibawa juga akan ditelisik data-data yang terkait," ungkapnya. 

"Dalam hal terdapat kaitan dengan dugaan korupsi ini maka penyidik akan melakukan penyitaan untuk kemudian diajukan penetapan ke pengadilan sebagai barang bukti," imbuh mantan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Nusa Penida, Klungkung ini. 

Penyidikan dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit berupa KMK Usaha dan Konstruksi Pengadaan Barang dan Jasa oleh BPD Bali Cabang Badung dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Bali tertanggal 15 Maret 2022. 

Penyidikan dilakukan setelah dari hasil operasi intelijen yang dilaksanakan bidang Intelijen dan penyelidikan di bidang tindak pidana khusus, ditemukan adanya peristiwa pidana dalam pemberian fasilitas kredit. 

"Jumlah kerugian diperkirakan kurang lebih Rp 5 miliar, nantinya penyidik akan memastikan kerugian negara yang diakibatkan pemberian kredit yang diduga fiktif ini," ujar Luga. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved