Berita Denpasar

Dituntut 9,5 Tahun karena Edarkan Sabu, Pasutri di Denpasar Mohon Keringanan Hukuman

Rommy Agustama (25) dan Putri Apriliyanti (21) memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Net
Ilustrasi sabu-sabu - Dituntut 9,5 tahun karena edarkan sabu, pasutri di Denpasar mohon keringanan hukuman 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rommy Agustama (25) dan Putri Apriliyanti (21) memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Permohonan itu disampaikan penasihat hukum kedua terdakwa melalui nota pembelaan.

Nota pembelaan disampaikan pasangan suami istri (pasutri) ini menanggapi tuntutan pidana penjara selama sembilan tahun dan enam bulan (9,5 tahun) yang dilayangkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Rommy dan Putri dituntut pidana penjara, karena diduga terlibat peredaran sabu.

Saat ditangkap oleh petugas kepolisian, keduanya sedang berada di kamar kosnya di Pemogan, Denpasar Selatan sedang menunggu pembeli sabu. 

Baca juga: Diduga Terlibat Edarkan Ganja, Sabu dan Ekstasi di Denpasar, Krisna Terancam 20 Tahun Penjara

"Pembelaan tertulis sudah kami bacakan. Pada intinya kami memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan putusan seringannya kepada kedua terdakwa. Keduanya sudah memgakui dan menyesali perbuatannya," jelas Desi Purnani Adam selaku penasihat hukum, Selasa, 4 April 2022.

Terhadap nota pembelaan yang diajukan, kata Desi Purnani Adam, jaksa pun sudah menanggapi.

Dalam tanggapannya, jaksa tetap pada tuntutan yang telah diajukan.

"Jaksa tetap pada tuntutan. Sidang selanjutnya adalah sidang putusan, Kamis 7 April 2022," ungkap pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini. 

Diberitakan sebelumnya, oleh jaksa, terdakwa Rommy dan Putri dituntut pidana penjara masing-masing selama sembilan tahun dan enam bulan (9,5 tahun), dikurangi selama berada dalam tahanan.

Dan pidana denda masing-masing sebesar Rp800 juta subsider enam bulan penjara. 

Pasutri ini dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli,menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya 5 gram. 

Baca juga: Kepala Dusun dan Warganya Jual-Beli Sabu di Karangasem, Barang Bukti Ditanam di Dekat Kandang Babi

Perbuatan pasutri tersebut dianggap melanggar Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik Jo. pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik, sebagaimana dakwaan alternatif kesatu jaksa. 

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa, pasutri tersebut ditangkap petugas kepolisian dari Satnarkoba Polresta Denpasar di kamar kos mereka di Jalan Juwet Sari, Pemogan, Denpasar Selatan Jumat, 1 Oktober 2021 sekira pukul 21.30 Wita. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved