Berita Denpasar

Satpol PP Denpasar Meminimalisir Menginapkan Binaan, Ini Alasannya

Satpol PP Kota Denpasar meminimalisir menginapkan binaan hasil sidak maupun yang diamankan dari laporan warga.

Satpol PP Kota Denpasar
Satpol PP Kota Denpasar saat menangani ODGJ - Satpol PP Denpasar Minimalisir Menginapkan Binaan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus bunuh diri yang terjadi di ruang pembinaan menjadi catatan kurang baik bagi Satpol PP Kota Denpasar.

Dengan kejadian tersebut, kini Satpol PP Kota Denpasar meminimalisir menginapkan binaan hasil sidak maupun yang diamankan dari laporan warga.

Utamanya untuk orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ).

“Kemarin untuk ODGJ begitu masuk ruang binaan kami langsung info ke BPBD dan Dinas Kesehatan. Setelah diperiksa langsung kirim ke RSJ jam 11 malam,” kata Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, Nyoman Sudarsana, Senin 4 April 2022.

Baca juga: 10 Orang ODGJ Berkeliaran di Kota Amlapura Karangasem, Kerap Rusuh hingga Ambil Dagangan Warga

Sudarsana mengatakan, selain adanya kejadian bunuh diri tersebut, juga ada beberapa pengaduan dari masyarakat sekitar.

Di mana saat tengah malam, banyak ODGJ yang mengamuk dan teriak-teriak.

Selain itu, terjadi juga beberapa kejadian ODGJ mengamuk di ruang binaan hingga merusak tempat tidur dan bahkan menjebol plafon.

“Kami beberapa kali dapat aduan dari tetangga dan karena adanya kasus kemarin kami lebih optimalkan lagi,” katanya.

Sudarsana menambahkan, dalam sebulan pihaknya bisa menangani 6 hingga 7 orang ODGJ.

Jumlah ini menurutnya sudah menurun dibanding saat awal-awal pandemi Covid-19.

“Kalau saat awal pandemi kami banyak menangani ODGJ, bahkan lebih dari 10 orang dalam sebulan,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini masyarakat lebih mempercayakan Satpol PP untuk menangani ODGJ.

Karenanya setiap ada ODGJ berkeliaran ataupun mengamuk, masyarakat akan langsung menghubungi Satpol PP. (*)

Kumpulan Artikel Denpasar

Catatan Redaksi: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri, satu di antaranya adalah Hotline Kesehatan Jiwa RSD/RSJ terdekat.

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved